Cara Doku Komunikasikan Produk Fintech Lebih Membumi

Demi meningkatkan brand awereness, Doku menggelar kampanye baru agar produk fintech ini lebih dikenal masyarakat luas bukan sekadar payment enabler, yang selama ini lebih banyak ada di belakang layar. Bersama Railink dan menggandeng ilustrator kenamaan Hari Prast, Doku memperkenalkan berbagai layanannya dengan bahasa yang lebih membumi di gerbong Kereta Bandara di Jakarta.

Himelda Renuat, Chief Marketing Officer Doku, menjelaskan, pihaknya sudah digandeng Railink sejak layanan kereta bandara ini hadir di Medan. Tiga tahun kemudian Doku hadir di Railink untuk Jakarta. Doku kini telah menyediakan 23 tipe pembayaran di Railink. Saat ini, Doku perlu memperkenalkan inisiatif baru untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dunia fintech dengan cara yang menarik yaitu bahasa yang lebih membumi dan didukung ilustrasi mendukung.

Ada tiga gerbong kereta Railink yang digunakan sebagai media pemaparan konten kreatif. Hari Prast, ilustrator ternama bersama timnya mengaku awalnya cukup sulit menerjemahkan bahasa fintech dengan cara yang lebih mudah dicerna masyarakat umum. Dukungan ilustrasi yang menarik dan mendukung menjadi kekuatannya, selain penjelasan setiap layanannya dengan bahasa yang lebih sederhana.

Himelda mengatakan selama 11 tahun hadir di Indonesia, lebih dikenal di kalangan korporat, walau aplikasi Doku sudah juga digunakan masyarakat. “Sekitar lima tahun terakhir, 75% klien kami dari korporat besar dan BUMN serta ecommerce,” katanya. Saat ini ada 2 juta pengguna Doku eWallet. “Kami bertumbuh dengan genuin tanpa gimik-gimik,” imbuhnya. Ia menyebut pertumbuhan transaksi Doku pada Agustus tahun ini mencapai 100% jika dibandingkan transaksi yang sama Agustus tahun lalu. “Saya meyakini hingga akhir tahun pertumbuhannya bisa mencapai 3 kali lipat year on year,” ungkapnya.

Tiga tahun terakhir pihaknya melihat pentingnya lebih dekat dengan masyarakat dengan mengadakan beberapa kampanye guna lebih mendekatkan diri dengan konsumen dengan cara kreatif dan bahasa yang dekat dengan mereka. Selain lebih gencar kampanye di media sosial, Doku mengadakan program Doku Genit.id yang mendorong merchant dan pengguna menuangkan ide-ide kreatif. Kemudian juga diadakan program Doku Coolab, yang juga merupakan upaya agar konsumen lebih paham dan dekat dengan layanan Doku.

Langkah Doku menghadirkan konten kreatif, hingga kini ada di gerbong Kereta Bandara, menurut Himelda merupakan upaya Doku menunjukkan identitas merek tersebut disertai narasi yang memiliki kedekatan dengan target pasar. “Konten kreatif sangat mumpuni untuk menjalin interaksi dengan audiens serta menjaga eksistensi brand. Hal ini yang mendasari kami untuk melakukan transformasi branding sesuai dengan perkembangan inovasi produk pembayaran Doku,” katanya.

Langkah ini juga rebranding Doku yang sebelumnya dominan dengan nuansa korporat, kini berangsur lebih fresh, interaktif, semakin luwes dan dekat dengan keseharian masyarakat. “Benang merah dari pengaplikasian branding Doku di kereta Railink ini adalah modern, cepat dan transformatif. Sebagai seorang ilustrator, tantangan terbesar saya beserta tim adalah bagaimana memadukan kata kunci tersebut dengan lini produk Doku yang komprehensif menggunakan format komunikasi yang mudah dimengerti oleh semua kalangan. Pada akhirnya kami menggunakan gaya bahasa percakapan sehari-hari yang berima untuk mendukung visual yang memadukan antara ilustrasi dan foto. Hasil akhir yang dicapai adalah komposisi berimbang antara visual dan gaya bercerita yang saling mendukung satu sama lain,” papar Hari.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)