Cara Go-Jek Hadapi Tantangan di Era VUCA

Direktur Human Recrutment PT Go-Jek, Monica Oudang.

Problematika dan tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) mau tidak mau harus siap dihadapi oleh pelaku bisnis. Kesiapan itu bukan hanya dari diri sendiri, tetapi juga seluruh tim di perusahaan. VUCA menciptakan suatu tren baru yang penting untuk dipahami oleh praktisi SDM dan pemimpin perusahaan masa kini.

Menurut Direktur Human Recrutment PT Go-Jek, Monica Oudang, dahulu orang yang mencari perusahaan untuk memberinya kerja, Namun kini sebaliknya, perusahaanlah yang mencari talent. “Karyawan yang bertalentalah menjadi keunggulan perusahaan. Talent yang dulunya hanya berperan kecil terhadap keberhasilan bisnis, sekarang menjadi penentu perubahan,” tambahnya. Hal itu juga terjadi pada loyalitas karyawan yang dulunya berpikir untuk berkarya long-term pada sebuah perusahaan, kini komitmen orang lebih bersifat short-term.

Ketidakpastian dampak dari VUCA ini dibutuhkan kesiapan khusus untuk bisa bertahan dalam kompetisi. Bagi Monica, siapa yang dapat bertahan hidup itu bukanlah mereka yang besar dan kuat, tapi merekalah yang mampu menyesuaikan diri. “Jadi tidak cukup karakter biasa saja untuk menghadapi VUCA. Setidaknya tiga hal yang harus dimiliki talent yaitu kompetensi, karakter, dan behaviour. Mindset dan leadership juga sangat perlu dibentuk, maka dari itu kami terus adakan secara bertahap leadership training untuk mempersiapkan para pegawai menghadapi persaingan di era VUCA,” ungkapnya.

Menyiapkan target jangka pendek yang jelas dan menantang dilakukan Go-Jek. Dengan hal ini diharapkan mampu menguatkan mental diri dan tim yang berguna dalam situasi seperti ini. Selain itu, adaptif terhadap perubahan yang terjadi harus dilakukan sebagai bentuk penyesuaian diri pada perkembanagn yang ada. “Setiap perubahan yang terjadi perlu diantisipasi untuk kemudian segera di eksekusi. Rantai pengambilan keputusan yang panjang sudah tidak compatible di era VUCA saat ini. Bahkan di Go-Jek juga dapat memberi wewenang yang besar bagi anggota tim yang punya kemampuan adaptif tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, VUCA tak hanya berpengaruh terhadap bisnis saja, namun juga kepada individu-individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis perusahaan. Go-Jek mempersiapkan pemimpin yang dapat membaca tren agar tak kalah digilas jaman dan mempersiapkan para pegawai lainnya agar siap menerima perubahan yang sangat amat cepat. Semua ini dilakukan untuk keberlangsungan hidup orang banyak. “Kami membangun people agility, yaitu bagaimana mencipta SDM yang mampu bekerja sama dengan siapapun. Setiap SDM diharapkan mempunyai kemampuan untuk membangun kerjasama yang baik antar individu lainnya. Dengan mampu bekerja sama dengan siapun, pekerjaan akan jauh lebih efektif,” ucapnya.

SDM Go-Jek harus mampu beradaptasi dengan perubahan se-ekstrim apapun. Di era maju saat ini, perusahaan membutuhkan para pekerja yang mampu menerima perubahan secara cepat dan mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Result agility di bangun Go-Jek agar karyawan mampu tetap berprestasi dan menghasilkan dalam kondisi apapun. Baginya untuk bisa bertahan di era VUCA harus mampu menghasilkan sesuatu dalam kondisi yang tak memungkinkan. Selain itu kemauan dan kemampuan belajar dengan cepat sangat dibutuhkan. Individu yang mau belajar dan memahami hal-hal baru dengan cepat dapat mempercepat kerja mereka sendiri.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)