Cara Jasa Raharja Hadapi Tantangan Pengelolaan SDM

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana (kanan)

Jasa Raharja memahami betapa dunia bisnis berubah pesat. Perkembangan digital pun mempengaruhi SDM. Terlebih sekitar 75% dari 2000 karyawan Jasa Raharja adalah milenial. Jasa Raharja kemudian memformulasi strategi pengelolaan SDM di era Industri 4.0 ini.

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, mengatakan, dengan demografi karyawan yang didominasi milenial, pihaknya telah melakukan strategi khusus agar optimal mendukung strategi perusahaan. 

“Revolusi Industri 4.0 menjadi sebuah peluang dan tantangan bagi Jasa Raharja untuk lebih adaptif terhadap digitalisasi dalam berbagai aspek seperti : pelayanan kepada masyarakat, transaksi keuangan serta pengelolaan human capital,” jelasnya. 

Apalagi dari sekitar 2.000 karyawan tersebut, tidak hanya bekerja di kantor pusat, tapi juga tersebar di seluruh Indonesia. Para pegawai tersebut tersebar juga di 29 kantor cabang, 63 kantor perwakilan, 67 kantor Pelayanan Jasa Raharja dan 1.560 Kantor Bersama SAMSAT.

Dewi mengungkapkan, ada beberapa tantangan tentunya pasti dihadapi oleh Jasa Raharja dalam pengelolaan human hapital. Pertama, terjadi gap yang besar antara jumlah pegawai milenial dan generasi sebelumnya. Sekitar 75% dari total pegawai Jasa Raharja adalah milenial.

Tantangan kedua adalah menyelaraskan antara keinginan milenial yang mendominasi porsi pegawai tersebut dengan penempatan pegawai di Kantor Jasa Raharja yang harus menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

Ketiga, menjembatani keinginan milenial  untuk work life balace dan waktu bekerja yang lebih fleksibel dengan budaya dan aturan sebagai pegawai BUMN .

Dalam menjawab tantangan tersebut, Dewi memaparkan, Jasa Raharja telah menyusun Human Capital Transformation Framework untuk mengoptimalkan peran Human Capital dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan.

Ada proses transformasi pengelolaan human capital yang saat ini telah dilakukan oleh Jasa Raharja dalam menjalankan Human Capital Transformation Framework tersebut

Langkah pertama adalah melakukan penelitian Organization Culture Health Index (OCHI) untuk mengetahui kondisi budaya yang saat ini berkembang dalam kehidupan perusahaan dan memberikan gambaran aksi yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan budaya sebagai “intangible asset”. Dari hasil penelitian tersebut, perlu adanya rejuvenate terhadap budaya 3T dan menciptakan budaya baru sehingga dapat mendukung perusahaan dalam beradaptasi terhadap era digital.

Lalu dilakukan perubahan mekanisme rekrutmen untuk menemukan calon pegawai yang lebih inovatif dan dapat diandalkan untuk menjadi pemimpin Jasa Raharja di masa depan. Juga memberikan kesempatan bagi lulusan D3 dan lulusan SMA untuk mengikuti program “Langkah Bakti” untuk memberikan pengalaman bekerja di Jasa Raharja. Untuk misi sosial, Jasa Raharja memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan SMA untuk mengikuti program magang bersertifikat yang merupakan Program Kementerian BUMN.

Kemudian menerapkan Human Capital Information System (HCIS) yang melibatkan peran serta pegawai secara aktif melalui mekanisme Employee Self Service (ESS) dengan mengintegrasi sistem struktur organisasi SDM, payroll, benefit, leaving, learning and development, talent management, succession planning, performance management dan knowledge management.

Agar SDM memiliki kualitas hidup dan bekerja yang baik, kata Dewi, Jasa Raharja mengimplementasikan pendekatan work life balance kepada seluruh pegawai melalui program “JR Energizer”, yang terdiri dari body energizer, soul energizer, social energizer dan main energizer

“Dalam hal ini perusahaan menyediakan berbagai macam fasilitas olahraga, musik, social activity, kegiatan kerohanian dan training yang mendukung terlaksananya work life balance. Work life balance tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan pegawai, namun juga diharapkan mampu meningkatkan produktifitas dan efisiensi kinerja pegawai,” jelasnya.

Selain itu, Jasa Raharja juga telah mendesain ruang kerja dengan konsep open working space & clean desk untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan untuk setiap pegawai. Selain itu sesuai dengan arahan Kementerian BUMN serta dalam upaya untuk meningkatkan engagement pegawai yang didominasi generasi millenials, maka Jasa Raharja membentuk wadah milenial dengan sebutan Spirit of Millennials.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)