Cara KlikDokter dan One Onco Cegah Penyakit Kanker

KlikDokter berkolaborasi dengan One Onco untuk mengatasi penyakit kanker di Indonesia dengan meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker. Cara yang diinisiasi oleh keduanya yakni melalui fitur live chat di platform KliDokter dan One Onco.

“KlikDokter sebagai salah satu platform digital kesehatan yang sudah hadir sejak 2008 memiliki tujuan memberikan kemudahan akses baik layanan kesehatan, edukasi dan konsultasi melalui chat yang bisa menjangkau seluruh penduduk Indonesia,” ujar Dino Bramanto, Direktur Utama KlikDokter.

Layanan deteksi dini kanker sudah bisa digunakan mulai hari secara gratis dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB di setiap harinya. Bersamaan dengan itu, dr. Daeng M Faqih, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia mengatakan bahwa deteksi dini merupakan kunci dalam menghadapi kanker, sebab apabila terlambat maka keparahan dan penyembuhan penyakit akan semakin berat.

Early detection sangat penting, dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan masyarakat mendapatkan informasi dan konsultasi seputar deteksi dini kanker dari dokter yang terpercaya, valid dan tidak hoaks,” kata dr. Daeng menambahkan.

One Onco merupakan ekosistem layanan onkologi terintegrasi untuk pasien kanker, melalui layanan diagnostik terpadu, terapi atau pengobatan, hingga komunitas. Melalui Kolaborasi ini, One Onco ingin ikut membantu pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan angka penyakit kanker di Indonesia.

“Kami ikut membantu melalui informasi seputar kanker yang terpercaya (anti hoaks) dan memperluas akses kepada masyarakat khususnya terkait informasi seputar deteksi dini kanker, melalui media konsultasi online,” kata Yoppy Hadi Soeyanto, Project Senior Manager One Onco PT Kalbe Farma Tbk.

Mengutip data dari World Health Organization (WHO) tahun 2020, empat kasus baru kanker di dunia didominasi oleh payudara, paru, kolon dan prostat. Sedangkan di Indonesia kasus kanker didominasi oleh payudara, serviks, paru dan kolon.

Sementara, kematian akibat kanker di seluruh dunia lebih tinggi dibanding penyakit jantung dan stroke dan lebih tinggi dibanding total kematian akibat TBC + Malaria + AIDS. Jumlah ini terus meningkat hingga diperkirakan mencapai lebih dari 2 kali lipat dalam 20 tahun dan 70% terjadi di negara berkembang.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)