Cara PLN Mendorong Karyawan Berinovasi

BUMN bidang kelistrikan, PT PLN (Persero), diam-diam sudah membudayakan dan mempraktikkan inovasi di kalangan karyawannya dengan baik. Di perusahaan pelat merah ini, karena pentingnya inovasi, gerakan inovasi karyawan bukan sekadar jargon, tetapi sudah dijalankan sejak 1999. Karyawan secara tim didorong untuk melakukan inovasi dan diberi reward. Tak mengherankan, sementara pada 1999 baru ada 60 karya inovasi dalam setahun, pada 2016 sudah mencapai 148 karya setahun. “Kami terus dorong karya inovasi agar karyawan lebih menguasai bidangnya dengan lebih dalam, dan perusahaan juga bisa melayani pelanggan dengan lebih baik dan sustain,” ungkap Muhamad Ali, Direktur Human Capital Management PLN.

Sejak 1999, total tak kurang dari 2.918 karya inovasi yang dihasilkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 karya sudah diimplementasi, sembilan sudah mendapatkan paten, 21 dalam proses hak cipta, sembilan dalam proses sertifikasi paten, 43 siap diproduksi massal secara prototipe, dan sedikitnya 26 karya baru akan menyusul didaftarkan pada 2017. Di PLN, inovasi didorong untuk dilakukan oleh karyawan pada bidang kerja masing- masing. “Karena, mereka lebih tahu apa yang dialami di lapangan sehingga paling pas dalam memberikan alternatif solusi,” Ali menjelaskan.

Untuk bisa melahirkan inovasi, manajemen PLN sengaja merangsangnya. Karyawan diminta membuat tim kerja, biasanya 3-4 orang, untuk menelurkan inovasi. “Pertama, kami paksa karyawan untuk berinovasi. Caranya, inovasi ini kami masukan ke KPI, baik KPI individu maupun KPI unit kerja. Lalu bila inovasi bisa diaplikasikan, kami juga berikan penghargaan dalam bentuk piala dan uang untuk masing-masing tim,” kata Ali.

Mereka yang karya inovasinya menjadi juara diberi imbalan (juara I Rp 60 juta, juara II Rp 45 juta, dan juara III Rp 35 juta). Selain itu, juga ada penghargaan dari direksi berbentuk finansial yang ditambahkan dalam komponen gaji. Dari sisi imbalan nonfinansial, inovasi menambah bobot (poin) untuk bisa naik pangkat lebih cepat.

Ide atau inisiatif inovasi itu sendiri bisa datang dua arah: bottom-up dan top-down. “Yang bottom- up, ide awal inovasi dari karyawan sendiri terkait pekerjaannya. Tetapi bisa dari atas, yakni dari Puslitbang yang sedang ingin mengembangkan sesuatu terkait isu-isu strategis yang dihadapi perusahaan, lalu digaungkan, dan karyawan mencari sendiri inovasi dan solusinya,” Ali menjelaskan.

Nah, untuk mendukung budaya inovasi, manajemen PLN memberikan fasilitas seperti knowledge management center, e-library, bahkan bisa merekomendasikan ke expert bila diperlukan. “Tantangan kami pada juri. Awalnya juri dari internal saja, namun untuk level nasional sekarang sudah mulai pakai dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan perguruan tinggi,” kata Ali.

Zainal Arifin, manajer senior di Divisi Puslitbang PLN, menambahkan, inovasi di PLN mencakup lima bidang operasional: pembangkitan, transmisi dan distribusi, technical support, non technical support-application dan non technical support manajement. Prosedurnya, Puslitbang PLN akan menyeleksi tiap karya inovasi yang dikirim dari seluruh unit PLN dan anak perusahaan sekali setahun. Ada empat kriteria penilaian: orisinalitas, dampak (manfaat), metodologi, dan implementasi. Syarat wajib untuk ikut seleksi, karya inovasi tersebut harus sudah diimplementasikan setidaknya enam bulan. Jadi, bukan sekadar inovasi yang teoretis.

Sejauh ini, Ali menilai, banyak karya inovasi yang menarik dan sangat membantu PLN. Misalnya, inovasi dari karyawan Divisi Pembangkitan dan Transmisi. Mereka berhasil menemukan inovasi dalam hal efisiensi, inovasi dalam cara memantau gangguan listrik, lalu inovasi untuk mengolah limbah yang berbahaya di Divisi Pembangkitan menjadi barang produktif. Bahkan, juga ada inovasi karyawan untuk menghasilkan sumber listrik yang modelnya seperti telepon koin/umum zaman dulu sehingga bermanfaat bagi para pedagang kaki lima. “Kami libatkan karyawan untuk berinovasi dan memberikan kontribusi. Di PLN ini inovasi ini tidak hanya berupa paper, tetapi memang kami jalankan,” Ali menandaskan.

Intinya, PLN ingin menjadikan inovasi sebagai everybody’s business dalam tubuh perusahaan. Dan, ini bisa menjadi pilar kekuatan.(*)

Editor : Teguh Sri Pambudi
Journalist : Arie Liliyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Beli Pertamax Turbo, Bawa Pulang Sedan Mewah

Melalui program undian Pertamax Turbo Ultimate Experience, Pertamina ingin mengapresiasi pelanggan yang melakukan transaksi non tunai dalam membeli produk Pertamax...

Close