Cara Riel Memasarkan Produk Halal

Indonesia memiliki populasi muslim dominan dari sekitar 240 juta penduduknya. Riel Tasmaya, founder muslimarket.com melihat jumlah ini sebagai potensi market yang besar untuk produk-produk halal. Untuk itu, tahun 2015 ia mendirikan muslimarket.com, e-commerce yang menawarkan berbagai produk halal untuk kaum muslimin dan muslimah.

Riel Tasmaya, Founder Muslimarket.com Riel Tasmaya, Founder Muslimarket.com

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak e-commerce atau toko online yang menjual kebutuhan umat muslim. Namun, produk-produk yang ditawarkan didominasi oleh fesyen seperti pakaian atau kerudung. Pria kelahiran Bandung 26 November 1978 ini melihat masih banyak potensi yang bisa dibagi dari produk-produk halal.

Makanan, traveling, produk ibadah, dll adalah beberapa contoh produk yang dicari oleh umat muslim. Produk-produk ini termasuk ke dalam 12 kategori produk yang ada di muslimarket.com. dan disebutnya sebagai muslim lifestyle. Sejak dirilis bulan April tahun 2016, merchant yang tergabung mampu mencapai 130.

Melihat pasar yang semakin membesar, Riel pun mengubah strateginya dengan menjadikan muslimarket.com sebagai marketplace produk-produk halal. Merchant yang bergabung bertambah dan diakuinya mampu mencapai angka 500. Sejak bulan Maret sudah ada 17 ribu produk yang terjual.

Lulusan Trisakti jurusan Finance ini melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif, mengingat marketplace ini belum genap setahun. Pertumbuhan bisnis nya juga dianggap memuaskan meksipun masih di bawah 50% dalam sebulan.

Ia mengaku tertarik dengan konsep bisnis digital karena melihat perkembangan teknologi yang tumbuh dengan pesat. Teknologi menjadi alat yang paling cepat untuk ekspansi dan bisa menjangkau siapa saja dimana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu. Bagi mantan banker ini, promosi menjadi lebih mudah dilakukan melalui internet.

Pria yang pernah bekerja di HSBC, Citibank, dll ini rela meninggalkan pekerjaanya untuk mengejar tantangan di dunia bisnis. Saat ini ia menaungi 10 perusahaan yang dua d iantaranya berbasis digital. Ia dan beberapa temannya bersama-sama membangun investment company dan membangun start up digital, dan muslimarket.com adalah salah satunya.

Bagi pria yang melanjutkan pendidik master di Monash University dan Nottingham University ini, perusahan dengan basis digital harus selalu melakukan inovasi. Semakin cepat inovasi yang dilakukan maka mereka akan menjadi yang terdepan. Selain itu tren dipasar juga cepat berubah sehingga untuk memantaunya harus dilakukan beberapa upaya.

Salah satunya dengan menggaet berbagai komunitas Islam, ini menjadi keunikan marketlace khusus produk halal ini.”Kami sering mengadakan roadshow dan acara offline dengan mengajak berbagai komunitas muslim yang ada” jelasnya. Juga menciptakan komunitas muslim sendiri yaitu muslimpreneur community. Setiap bulan mereka mengadakan acara bersama seperti coaching tentang entrepreneur.

Upaya ini juga dirasakan cukup signifikan dalam memperkenalkan muslimarket.com kepada masyarakat luas.

Ke depan, ia ingin melakukan roadshow ke berbagai kota besar di Indonesia  seperti Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Alasannya, 60% konsumen muslimarket.com berasal dari luar Jabodetabek. Juga, ekspansi ke Indonesia Timur seperti Makasar dan Balikpapan. Tak lupa menggelar acara sub muslimarket di Balikpapan dalam waktu dekat. Selain untuk menambah jumlah konsumen, acara tersebut juga diharapkan mempertemukan mereka dengan local talent, brand, dan desainer baru dari daerah-daerah di luar pulau Jawa. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)