Cara Social Bella Lebih Dekat dengan Beauty Enthusiast

Dalam sepekan terakhir, masyarakat mulai memasuki fase baru atau yang disebut dengan era kenormalan baru sebagaimana mengikuti arahan pemerintah.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, masyarakat secara perlahan sudah mulai bisa beraktivitas di luar rumah. Meskipun demikian, menurut Head of Brand Development Social Bella Indonesia, Nurul Sulisto untuk sementara waktu tren belanja produk kecantikan secara online masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar beauty enthusiast.

Ia mengatakan, di masa transisi ini, masyarakat masih belum sepenuhnya terbiasa dengan kegiatan di luar rumah, termasuk aktivitas berbelanja. Sebagian masih merasa bahwa berkegiatan di dalam rumah cenderung lebih aman. Oleh karenanya belanja kebutuhan akan produk kecantikan secara online diprediksi akan masih mendominasi dalam beberapa pekan ke depan.

Terlepas dari situasi yang kini mulai bergeser, menurut Nurul penting bagi brand untuk menerapkan strategi baru guna mendekatkan diri dengan pelanggan serta mempertahankan eksistensinya di pasar, terutama industri kecantikan.

Secara strategis Nurul mengungkapkan, Social Bella melakukan berbagai langkah guna menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku serta kebutuhan dari pelanggan. Antara lain dengan menghadirkan edukasi serta konten yang relevan di platform ecommerce Sociolla untuk menjaga engagement selama masa ini berlangsung. Dari sisi penawaran, juga dihadirkan berbagai special package yang telah dikurasi guna merespon kebutuhan pecinta kecantikan.

Di Social Bella sendiri, pihaknya memonitor secara seksama terhadap tren-tren perawatan diri yang meningkat di kondisi saat ini dan berusaha untuk memberikan solusi kepada para beauty enthusiast. "Salah satunya dengan mengadakan kampanye yang kami lakukan bersama dengan brand asal Korea Selatan, Ariul baru-baru ini," ujarnya.

Melalui kampanye ini, Ariul mengajak beauty enthusiast untuk tetap membersihkan wajah dengan memanfaatkan waktu di rumah, karena sebenarnya walau beraktivitas di rumah saja kulit kita tetap terpapar dengan kotoran/microdust. Selain itu, dengan menjaga dan membersihkan kulit dapat menjaga kepositifan diri selama di rumah saja.

Kampanye yang telah berjalan selama lebih dari dua bulan ini mendapatkan respon positif dari para beauty enthusiast. Nurul menjelaskan bahwa dalam pendekatan kepada konsumen juga dilakukan melalui medium yang tidak awam digunakan oleh brand kecantikan, seperti Podcast ataupun Spotify Playlist, dan berhasil mendapatkan reaksi yang cukup baik secara organik.

Kedua medium baru ini menjadi populer, karena pola kebiasaan dan rutinitas yang berubah selama menjalani masa new normal membuat hiburan “on demand” kian digemari. Para beauty enthusiast pun sering melakukan aktivitas secara multitasking, termasuk bekerja, berolahraga dan merawat diri, sambil mendengarkan medium ini.

Dengan menggunakan medium-medium baru, pihaknya berupaya menjangkau beragam konsumen secara lebih luas, tentunya dengan terus mengoptimalkan medium lainnya seperti beauty classes melalui Instagram Live dengan mengundang banyak narasumber, dari make up artist, beauty influencers hingga pakar meditasi dan beauty experts.

Online Classes ini bahkan berhasil membantu brand untuk engage dengan lebih dari approx. 20.000 viewers secara kualitatif. Perusahaan mengerti bahwa selama masa Covid-19 ini konsumen tidak hanya punya waktu lebih untuk mempelajari mengenai perawatan diri, mereka pun menjadi jauh lebih selektif. "Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk kami meningkatkan sisi edukatif dari brand kepada konsumen," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)