Cara Telkom Dukung Smart City di Indonesia

Penerapan Kota Pintar atau Smart City sudah semakin digencarkan. Menurut Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, dengan kondisi ekonomi dan geografis di Indonesia, pelayanan terhadap masyarakat dapat diberikan secara menyeluruh, salah satunya dengan penerapan smart city.

Pengembangan Kota Pintar ini tidak semata-mata hanya meningkatkan dari segi teknologi dan infrastruktur, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia, yaitu didukung dengan edukasi kepada masyarakat. “Kami ada program Telkom Comes 2U yaitu mendorong pimpinan daerah untuk sharing knowledge. Selain itu, terdapat kriteria kesiapan menjadi smart city yaitu connectivity, content, collaboration, dan community,” ujar Awaluddin.

Penghargaan Smart City Nusantara 2016

Oleh karena itu, menyambut HUT RI ke-71, Telkom menyerahkan penghargaan Smart City Nusantara kepada tiga Pemerintah Daerah, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Kediri. Penghargaan ini juga ditujukan kepada 71 pemerintah daerah yang telah mengimplementasikan Smart City Nusantara dalam mengelola pemerintahannya.

Smart City Nusantara ialah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembangunan dan pengelolaan sebuah kota atau daerah dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan kinerja pemerintah. Sehingga pemerintah mampu memberikan pelayanan yang berkelanjutan, efektif, dan menciptakan keamanan masyarakat yang dipimpinnya. Kemudian bagaimana seorang kepala daerah atau pimpinan memahami teknologi informasi menjadi enabler. Upaya ini harus diikuti inisiatif bawahan dan masyarakat yang mendukungnya.

Sebagai contoh, Bogor dengan green room yang menjadi command center sehingga dapat memperlancar interaksi antara Pemerintah Kota Bogor dan masyarakat. Bima Arya, Walikota Bogor mengatakan perkembangan masyarakat yang cepat, mewajibkan pemerintah kota sebagai pelayan publik harus bergerak cepat. “Kami percaya penting untuk lakukan akselerasi, yaitu melalui teknologi,” tambahnya.

Bima menguraikan beberapa permasalahan yang terdapat di Kota Bogor ialah masalah transportasi. Kedua, ketersediaan tempat tidur RSUD Kota Bogor yang masih minim. Ketiga, KTP Pohon. Walikota bekerja sama dengan Balai Kehutanan untuk mendata pohon-pohon di Kebun Raya Bogor apakah masih aman atau sudah harus ditebang. Lalu dilakukan digitalisasi data, selain untuk antisipasi bencana juga untuk memantau regenerasi pohon. Keempat,  tracking berkas perizinan. Kelima, serapan anggaran. Ketujuh, SIMATA (Sistem Pemantauan Kota).

Untuk mendukung penerapan smart city di 71 provinsi/kabupaten/kota tersebut, Telkom pun meluncurkan, pertama, Smart city Nusantara Community. Hal ini dimaksudkan sebagai wadah bagi pemerintah daerah untuk berbagi pengetahuan melalui pemberian fasilitas internet publik seperti di taman kota, balaikota, balai desa.

Kedua, Telkom merilis  Single Platform Sosmed Analytics. Dengan berkembangnya media sosial, maka banyak ide yang dapat digagas dari masyarakat, untuk saling memberi feedback dan tindak lanjut dengan program yang lebih nyata.

Ketiga, peluncuran Pustaka Digital yaitu ada 1.000 buku digital yang ada di pustaka digital PADI. Untuk PADI akan ditempatkan di Balai Kota Bogor dan SMA Negeri 1 Bogor.

Ketiga, memperkenalkan Qbaca, untuk sharing literatur digital.

“Kami akan lakukan pemasangan akses point Wi-fi di area publik di 71 provinsi/kabupaten/kota yang terpilih. Rencananya akan dipasang di 10 titik, untuk pemilihan lokasinya ditentukan oleh pemerintah daerah masing-masing. Radius kurang lebih 50 meter. Jika akses publik sudah semakin banyak nanti akan kami sediakan bandwidth 100 MB. Itu sudah sangat memadai,” kata Awaluddin. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)