CEO Bukalapak: Opsi IPO Selalu Terbuka

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menargetkan pertumbuhan Bukalapak sebesar 40-50%. “Dalam lima tahun, digital economy Indonesia tumbuh pesat yakni sekitar 40-50%. Ya kita ikut-ikut saja sekitar angka tersebut,” paparnya dalam konferensi pers, Rabu (6/1/2021).

Rachmat menyebut ada tiga tren besar yang menyebabkan perubahan pada masyarakat selama 2020. Yaitu masyarakat lebih sadar akan kesehatan, kehidupan lebih berada di rumah dan sekitarnya, dan masyarakat mencari value dalam berbelanja. Tren ketiga inilah yang menjadi peluang strategis bagi Bukalapak.

“Kami berada dalam segmen yang tumbuh yaitu e-commerce. Tapi fokus kami dari awal adalah bagaimana caranya kami menciptakan fair economy untuk masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, Bukalapak menyusun sejumlah strategi di 2021. Sebut saja strategi memperkuat merchant di segmen online seller, menambah warung dan agen sebagai Mitra Bukalapak, serta menambahkan SKU berupa produk digital dan fisik.

Menanggapi isu merger e-commerce kompetitor, Rachmat menyatakan Bukalapak masih optimistis dengan strategi bisnis yang telah disusun. Menurutnya, filosofi Bukalapak saat ini adalah fokus menjalankan bisnis seperti stand alone company.   “Mengenai konsolidasi, ya sama seperti jodoh. Kalau ketemu jodoh, we’ll see when we get there,” tegasnya.

Sama seperti potensi merger, rencana initial public offering (IPO) pun ditanggapi Rachmat layaknya sebuah opsi yang selalu terbuka. Ia mengaku Bukalapak senantiasa mempersiapkan infrastrukturnya apabila ada rencana IPO di kemudian hari. Dengan adanya investor kelas dunia saat ini, Bukalapak akan terus memperkuat good corporate governance dalam rangka persiapan menuju waktu yang tepat untuk rencana tersebut.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)