CEO CrescentRating: Asia Daya Tarik Terbesar di Halal Tourism

CrescentRating, otoritas global untuk wisata halal yang bisnis utamanya adalah riset dan sertifikasi halal, bekerja sama dengan MasterCard meluncurkan data Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2017. Menurut GMTI, pasar wisata muslim akan terus tumbuh pesat dan nilai dari sektor tersebut diperkirakan akan mencapai US$220 miliar pada 2020. Diproyeksikan juga akan mengalami pertumbuhan lagi sebanyak US$80 miliar menjadi US$300 miliar di tahun 2026

Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating (Foto: Yosa/SWA)

Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating, mengatakan bahwa wisata muslim terus mengalami diversifikasi. Ia berharap melalui informasi dari GMTI akan mampu membantu negara-negara destinasi untuk lebih memahami pergeseran kebutuhan sektor ini.

"Wisata muslim terus mengalami diversifikasi mengikuti perkembangan demografi dari wisatawan. Misalnya pengaruh generasi traveler muda, milenial dan Gen Z yang menggabungkan teknologi dengan hasrat keliling dunia sambil tetap memperhatikan kebutuhan yang sesuai dengan kepercayaan mereka. Destinasi wisata harus bisa merangkul mereka supaya bisa meningkatkan peringkatnya," tutur Fazal.

Berdasarkan riset tersebut, Indonesia berhasil naik satu peringkat menempati posisi ketiga (skor 72,6), di bawah Uni Emirat Arab (76,9) dan Malaysia (82,5). "Indonesia telah mananamkan investasi yang besar terhadap sektor ini dan hal tersebut tercermin pada peningkatan yang dicapai Indonesia dalam peringkat secara keseluruhan selama dua tahun berturut-turut," ungkap Fazal.

Secara global, Asia masih memimpin sebagai wilayah yang memiliki daya tarik paling besar bagi para wisatawan muslim dengan skor rata-rata GMTI mencapai 57,6. Sementara kawasan Afrika menempati posisi kedua (47,0), diikuti oleh Oceania (43,8), Eropa (39,9), dan Amerika (33,7).

Fazal menjelaskan, beberapa layanan yang perlu diperhatikan dalam wisata halal secara mendasar untuk menarik wisatawan halal tourism yakni mengenai halal food, fashion, dan wellness. Ketiganya ini sedang menjadi mega tren dalam muslim consumer market.

"Halal food adalah satu kunci penting yang bisa membuat muslim traveler nyaman. Permintaan untuk pasar fashion muslimah juga tercatat meningkat, ini bisa menjadi pertimbangan di tempat wisata. Selain itu, gaya hidup dalam kesehatan dan kecantikan misalnya yang mencakup area yang wudhu-friendly," ujarnya.

Kendati demikian, Fazal menegaskan, inti dari label halal tourism adalah komunikasi. Membantu para wisatawan muslim mengenai informasi tujuan wisata yang cocok. "Label Wisata halal sebetulnya adalah bentuk komunikasi, memberi informasi bagi mereka yang menginginkan. Contohnya restoran yang ada label halal food, ini untuk memudahkan sehingga mereka tahu mana yang cocok mereka makan. Label ini hanya salah satu layanan penunjang, destinasi wisata tetap harus memiliki karakter apa yang mau ditawarkan, serta harga yang terjangkau dan kemudahan akses lainnya," ujarnya menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!