CEO Unilever Indonesia Sampaikan 5 Fokus Utama Kepemimpinannya

Ira Noviarti, CEO PT Unilever Indonesia Tbk

Posisi puncak PT Unilever Indonesia Tbk kembali diduduki oleh kaum wanita. Adalah Ira Noviarti yang didapuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) di raksasa fast moving consumer goods (FMCG) asal Belanda itu sejak Novemer 2020 mengantikan Hemant Bakshi. Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Beauty dan Personal Care di perusahaan yang sama.

Ira sudah berkiprah selama 25 tahun di Unilever Indonesia. Karier dan pencapaiannya bukan isapan jempol belaka. Hemant dan Ira bekerja dalam lingkup yang cukup dekat mengingat sebelumnya Ira bertanggungjawab atas sektor produk yang mengisi separuh bisnis Unilever Indonesia. Sehingga melalui kolaborasi yang terbentuk selama 3-4 tahun terakhir, transisi kepemimpinan berjalan mulus.

“Saya tahu apa prioritas yang mesti dilanjutkan, apa fundamental yang sudah ditegakkan oleh Pak Hemant, dan apa yang harus Unilever bangun sekarang,” ujarnya.

Perubahan yang melaju kilat dan diakselerasi oleh pandemi ini membuat Ira sebagai presiden direktur merasa harus melihat kesempatan dan perubahan yang bisa dilakukan perusahaan, baik dari sisi kompetisi hingga best practice untuk melayani konsumen. Sehingga fokus utamanya adalah memastikan seluruh karyawan aware dengan tujuan dan pencapaian organisasi.

Ada lima hal yang ingin Ira wujudkan dalam timeline kepemimpinannya. Pertama, memastikan kesehatan dan keamanan karyawan, terutama karena pandemi belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Situasi ini, sebut Ira, membuat bisnis berjalan lebih lambat akibat supply chain yang dihadang tantangan dan kondisi ekonomi global.

Kedua, Unilever Indonesia berupaya secara konsisten memenuhi produk dengan good quality yang tentu saja harus ditopang oleh suplai yang baik. “Jangan sampai 2500 truk yang setiap hari bergerak keluar dari warehouse Unilever terhambat,” tegasnya.  

Ketiga, upaya menggerakkan pasar sebagai dukungan terhadap kerja keras pemerintah dalam memulihkan ekonomi. Tentu tidak mudah mengingat pemasukan sebagian kalangan masyarakat terdampak sehingga kesulitan membeli barang. Namun menurut Ira, perlu ada kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta melalui stimulus konsumsi.

Keempat, transformasi digital. Mendigitalisasi proses bisnis bukan lagi jargon yang asing, termasuk bagi Unilever Indonesia. Dalam pandangan Ira, transformasi digital adalah prioritas perusahaan.

Kelima, Unilever Indonesia bertekad memainkan peran lebih penting lagi untuk membantu pemulihan kondisi negara. “Saya bilang ke board members dan global director, we need to play our role more,” kata Ira.

Memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan diperlukan pendekatan kepemimpinan yang dinamis. Ira merangkum seluruhnya dalam visi pribadinya yaitu ‘as a leader who unleash the potential of the people and business to thrive for successful change.’ Adapun implementasinya dibagi menjadi tiga gaya kepemimpinan.

Pertama, mengedepankan inclusive leadership. Ira selalu memastikan untuk mendengar seluruh opini sebelum mengambil keputusan. Ini penting untuk menghapus mindset ia tahu segalanya soal perusahaan.

Kedua, menjunjung collaborativeness leadership. Selalu, dalam pengembangan bisnis, Ira meyakini bahwa kolaborasi adalah kunci utama.

Ketiga, trust. Ira menuturkan, kepercayaan adalah sesuatu yang harus dibangun dan diraih. Kepercayaan pada karyawan sangat penting supaya mereka bisa berkarya sesuai potensinya.  

Bertahun-tahun terlibat dalam kemudi bisnis Unilever Indonesia, Ira bermimpi perusahaannya menjadi power house secara global, wadah dimana Unilever company di luar mendapatkan inspirasi dan best practice.

Mimpinya ini berakar pada keyakinan bahwa talenta Unilever Indonesia bisa berkancah di global. “Saya percaya kita punya banyak talenta bagus. Saya ingin mereka bisa mengalami apa yang pernah saya kerjakan dulu saat memegang global job. Saya ingin melihat lebih banyak lagi pengaruh signifikan talenta kita di Unilever global,” tutur dia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)