Cerdas Berburu Diskon Akhir Tahun Saat Berbelanja Online

Perayaan pergantian tahun biasanya turut dimeriahkan oleh penawaran diskon menarik dan sale beragam produk mulai dari kebutuhan sehari-hari, fashion, hingga barang elektronik. Namun karena pandemi, masyarakat lebih memilih untuk berbelanja online. Selain karena lebih aman, e-commerce dan toko online kerap berlomba memberikan beragam diskon dan sale.

Diskon dan sale menggiurkan kerap membuat orang mengabaikan ketersediaan dana dan keseimbangan finansial mereka. Akibatnya, ada pos-pos pengeluaran yang dananya berkurang karena dipakai untuk berbelanja.

Head of Investment Communication & Fund Development Allianz Life Indonesia, Meta Lakhsmi Permata Dewi memberikan beberapa tips sederhana untuk membantu pelanggan agar cerdas dalam berburu diskon online.

Pertama, membuat daftar barang yang paling diinginkan. Banyak orang yang berburu diskon tanpa mengetahui dengan jelas barang seperti apa yang diinginkan atau dibutuhkan. Alhasil, banyak yang membeli barang secara acak, yang pada akhirnya barang tersebut pun tidak digunakan dan menumpuk di rumah.

Kedua, mempelajari diskon yang ditawarkan. Termasuk mempelajari waktu yang tepat untuk berbelanja dan platform mana saja yang memberikan penawaran terbaik.

Ketiga, memanfaatkan kupon dan kode promo yang tersedia. Pelanggan bisa mengumpulkan dahulu semua kupon belanja dan kode promo yang ada selain dari penawaran diskon yang sudah tersedia, dan sebisa mungkin gunakan untuk menambah potongan harga atau insentif.

Keempat, selektif dan tahan godaan. Dengan cara ini, kita bisa membedakan apa yang betul-betul menjadi kebutuhan kita dan mana yang sekedar keinginan saja.

“Hal lainnya yang sangat perlu diperhatikan ketika belanja online adalah latte factor, yakni pengeluaran-pengeluaran receh yang apabila dikumpulkan jumlahnya bisa menjadi cukup besar. Banyak orang yang tidak memperhitungkan ini, yang ujung-ujungnya dapat menguras dompet dan menghabiskan bujet belanja,” jelas Meta.

Beberapa pengeluaran yang termasuk dalam kategori latte factor seperti biaya transfer antar bank; biaya administrasi bank dan kartu kredit; biaya top-up dompet digital; ongkos kirim; dan seterusnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)