CGPI Ingatkan Perusahaan Ancaman VUCA dan Aturan Makin Ketat

The IICG (Indonesia Institute for Corporate Governance) dan Majalah SWA kembali menggelar pemilihan perusahaan-perusahaan dengan tata kelola terbaik dalam ajang Indonesia Most Trusted Companies 2018. Tahun ini ada 34 perusahaan berhasil mengikuti proses briefing Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2017 dan akan dimulai proses pemilihan hari evaluasi berkas CGPI.

Gendut Suprayitno, Chairman IICG, di hadapan para peserta yang hadir mengingatkan betapa bisnis sekarang ini makin berat. “Era VUCA atau kepanjangan dari volatility, uncertainty, complexity and ambiguity menghantui pebisnis, dijawabkan dengan pengelolaan bisnis yang makin ketat dan taat aturan, namun tetap adaptasi dengan keadaan lingkungan yang berubah,” ujarnya di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, pekan lalu. CGPI kali ini mengambil tema “Transformasi Model Bisnis Dalam Kerangka GCG”.

Ia bersyukur bahwa perusahaan yang sebelumnya pernah meraih CGPI tinggi tetap mengikuti proses penilaian ini seperti Telkom, BRI, dan lainnya. Dan di sisi lain, banyak juga peserta baru yang turut serta dalam CGPI 2017 ini beberapa diantaranya adalah BNI Syariah, BNI, OCBC NISP, Garuda Indonesia, dan Penjamin Infrastruktur.

Maka itu Gendut mengingatkan pentingnya GCG dalam briefing bahwa perusahaan tidak bisa berpuas diri ketika sudah mendapatkan sertifikat ISO misalnya, harus terus memperbaiki proses bisnis agar bisa beradaptasi dengan aturan yang lebih tinggi mengingat dalam setiap perubahan, pertumbuhan pun harus berkelanjutan.

“Dalam manajemen perubahan tidak bisa dilakukan dengan ngawur, ada pendekatan strategik, mulai dari perencanaan, pengendalian, sampai keuangan,” jelasnya. Gentut memaparkan tentang transformasi model bisnis dengan “Theory U”. Karena alur proses transformasinya mirip bentuk “U”, prosesnya mulai dari Co-initiating, Co-Sensing, Co-Presencing, Co-Creating lalu Co-Envolving.

Dalam Co-initiating, perusahaan harus attend yaitu mendengarkan apa yang menjadi panggilannya atau apa sesungguhnya arti kehadiran perusahaan ini di dunia. Lalu connect yaitu dengan mendengarkan dan berdialog dengan pemain lain dalam arena persaingan kemudian melakukan Co-initiate. “Kami berharap peserta CGPI mampu mengintegrasikan penerapan GCG dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia sebagai realisasi misinya berkontribusi kepada negeri,” tuturnya.

Menurutnya, konsep manajemen perubahan (transformasi) dalam kerangka GCG harus terus diperluas wawasannya. Dan yang terpenting dedikasi bagi organ perusahaan dalam mengembangkan penerapan GCG yang berkelanjutan untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)