CGV Janji Tidak Ada PHK Selama Masa Penutupan Bioskop

PT Graha Prima Layar Tbk sebagai pengelola bioskop CGV di Indonesia resmi memperpanjang masa penutupan sementara seluruh layar bioskopnya hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil guna mencegah penyebaran virus corona, sekaligus sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang tertuang dalam surat edaran kepala-kepala daerah.

"Total seluruhnya ada 68 bioskop, 397 layar yang tersebar di 33 kota dan 15 provinsi di Indonesia yang kami tutup sementara," ujar Direktur CGV, Dian Sunardi Munaf dalam siaran pers di Jakarta Selasa (07/04/2020).

Ia mengatakan, sebagian besar karyawannya saat ini bekerja dari rumah atau work from home. Sementara, yang masih bekerja dari kantor adalah posisi tertentu dengan memperhatikan jumlah minimal untuk beroperasi pada tiap divisinya. "Di bioskop selalu ada 1 orang cinema manager, 1 staf programming, dan 1 staf building maintenance setiap harinya," ujar Dian.

Selama masa penutupan ini, menurut Dian, karyawan yang sehari-harinya berada di lokasi bioskop berada dalam status off duty dengan hak yang masih terpenuhi. Namun perusahaan menganjurkan bagi karyawan tersebut untuk mengambil cuti.

Dian juga memastikan, tidak ada satu pun karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama masa penutupan ini. Manajemen menyebut kesejahteraan karyawan merupakan prioritas perseroan saat ini.

Perusahaan pun belum bisa menyampaikan informasi total kerugian akibat dari penutupan sementara ini karena masih dalam perhitungan. "Yang pasti selama masa penutupan ini tidak ada revenue (pemasukan), yang biasanya kami dapat dari penjualan tiket, pembelian makanan dan minuman, merchandise, pemasangan iklan, promosi produk, dan lain-lain," jelasnya.

Untuk menutup berbagai celah tersebut, pihaknya telah mengambil beberapa langkah. "Saat ini kami fokus untuk menyusun strategi menstabilkan bisnis kami kembali. Salah satunya dimulai dengan menurunkan sebisa mungkin beban biaya usaha. Terdiri dari beban biaya karyawan, beban pajak dengan segala variasinya, beban biaya pemeliharaan, dan lain-lain," tutur Dina.

Dian juga berharap,pemerintah dapat membantu beban pengusaha melalui berbagai kebijakan fiskal dan mendorong membebaskan biaya ataupun penangguhan beban biaya seperti pajak bioskop. Lalu memberikan insentif finansial, misalnya pengurangan pajak tontonan film di beberapa daerah menjadi maksimum 10% untuk menciptakan kesetaraan antar daerah.

Editor: Eva Martha Rahayu

wwew.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)