CHCO Sharing Forum 2017 Bahas Pengelolaan Talent Era Digital

Majalah SWA bekerja sama dengan SAP menyelenggarakan Chief Human Capital Officer Sharing Forum 2017, di Jakarta (14/12/2017).

Forum yang mengangkat tema “The Art of Talent Empowerment in the Digital & VUCA Era” ini mendiskusikan mengenai pengelolaan dan pemberdayaan talent yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Sebagai acara utama adalah sharing session yang disampaikan oleh tiga orang pakar di bidang human Ccpital, yakni Alex Denni (Chief of Human Capital BNI), Herdy R. Harman (Ketua FHCI), dan Ho Wee Ling (VP Human Resources, SEA SAP).

Dalam pemaparannya yang berjudul Talent War and the Trends of Talent Aspirations in Indonesia, Herdy menyampaikan karyawan sekarang memiliki mindset yang berbeda dengan angkatan sebelumnya. Jika dulu karyawan memiliki mindset employee alias pekerja, anak muda sekarang memiliki mindset employeer atau pemberi kerja. Kecenderungan anak-anak sekarang juga lebih kasual dan fleksibel dalam bekerja.

"Pekerja golongan ini cenderung tidak bertahan lama di satu perusahaan, biasanya ingin keluar dan menjadi entrepreneur. Namun bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan, yang paling penting adalah bagaimana ketika mereka ada bersama kita, mereka bisa berkontribusi untuk perusahaan,” ujar Chief of Human Capital Telkom Group tersebut.

Untuk mengakomodir hal itu, salah satunya Telkom saat ini sedang menyiapkan satelit office di pinggiran Jakarta, seperti BSD, Bogor dan Bekasi agar para karyawan bisa bekerja terlebih dahulu di wilayah satelit.

Sementara itu, Alex Denni, Chief Human Capital PT Bank Negara Indonesia (Persero), memberi contoh pengelolaan talent di BNI dalam rangka menghadapai VUCA yang diberi tagline ‘BNI Digination’. BNI menugaskan pegawai tertentu yang berperan memuluskan transformasi digital di unit kerjanya. Selain itu perusahaan keuangan digital (fintech)yang bermunculan dipandang sebagai peluang baru untuk mengembangkan kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.

“BNI sedang memutakhirkan sistem kerja fleksibel dan bonus untuk mengakomodasi kultur pegawai dari generasi milenial. Ada pelatihan yang diberi tajuk “BNI Learning Wallet”. BNI juga menyiapkan 60 aplikasi pengembangan SDM,” ujarnya. Hasilnya, voluntary turnover pada 2016 turun menjadi 2,8% dari sebelumnya 3%, dan employee engagement di 2016 naik menjadi 55,22% dari 46,88% pada 2014.

Alex menambahkan, intinya pengelolaan talent yang dilakukan oleh HR mesti memiliki dua tujuan, yaitu deliver result dan create new leader. “Tidak ada manusia yang tidak bisa perform, yang ada hanya unfit, mungkin dia lebih cocok di bagian yang lain,” tambahnya.

Sebagai pembicara terakhir, Ho Wee Ling, VP Human Resources SAP South East Asia, menyampaikan bahwa pengelolaan talent perlu memanfaatkan transformasi digital agar relevan dengan zaman. SAP menggunakan sebuah proses baru bernama SAP Talk. Fokus pada pengembangan dialog dan feedback yang berkelanjutan.

“Harapan pegawai kepada pemimpinnya di era sekarang ini adalah cepat mendapatkan feedback. Mengenai bagaimana kinerja mereka, apa saja wilayah yang perlu mereka perhatikan. Zaman sekarang ini semua mengenai real time, karena mereka tidak lagi mau menunggu pemimpinnya untuk menyampaikan feedback hanya di akhir tahun.,” ungkap Ling. Menurutnya, percakapan yang real time adalah kunci membawa kita maju ke depan di era digital workplace saat ini.

Ia juga menambahkan, konsep HR yang baik adalah memastikan dalam merekrut orang yang tepat at the right place and the righ time, kemudian mengembangkannya menjadi peran-peran yang membawa mereka kepada kesuksesan.

“Maka pertanyaannya kemudian bagaimana membawa human touch into digital world. Bagaimana anda menjaga hubungan, untuk selalu memahami perasaan dan cara berpikir orang atau hal di sekitarnya, dan bagaimana untuk selalu terhubung dan membantu mereka berkembang. Maka kemampuan untuk selalu connected walaupun di era digital adalah penting,” ujarnya.

Sebagai sesi terakhir, acara ditutup dengan diskusi dan tanya-jawab bersama audiens yang terdiri dari sejumlah pemimpin Human Capital Officer dari berbagai perusahaan yang hadir.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)