Ciptakan Kehidupan Berkelanjutan Melalui Teknologi

Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran kepada seluruh masyarakat dari berbagai kalangan untuk beradaptasi dengan perubahan. Perubahan tersebut berdampak terhadap segala aspek termasuk di dalamnya bagaimana kita menjalankan bisnis. Pola pikir dan etos kerja yang mengedepankan efisiensi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi menjadi prioritas dalam beradaptasi di era new normal ini. Model bisnis dan pola investasi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan serta mengedepankan konsep Environment, Sustainability dan Governance (ESG) dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi dari krisis.

Apabila tidak terkendali, perubahan iklim dan kepunahan flora serta fauna dapat menyebabkan kerusakan lingkungan global yang menyebabkan krisis sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar. Menciptakan kehidupan yang berkelanjutan antara bisnis dan ekonomi dengan pemanfaatan teknologi sangat mungkin untuk dilakukan. Akan tetapi, hal tersebut tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi antara korporasi, startup, yayasan dan berbagai organisasi lainnya sangatlah diperlukan.

Ya, keberlanjutan kerap dijadikan sebagai salah satu kewajiban bagi suatu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, peran keberlanjutan saat ini lebih dari sekadar kewajiban, namun telah memaksa kita untuk mengubah pola pikir dan perilaku terlebih dengan terjadinya pandemi ini. Selain itu, keberlanjutan dalam hal penciptaan ekonomi hijau yang inklusif menjadi tujuan negara dalam memulihkan ekonomi.

"Tidak hanya fokus terhadap penciptaan lapangan kerja dan profit yang besar, tetapi juga harus memikirkan aspek lingkungan dan sosial yang dapat diciptakan dari bisnis tersebut,” ujar Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.

Upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan oleh korporasi, startup dan yayasan dalam menciptakan kehidupan yang berkelanjutan sekaligus dapat membantu pemulihan ekonomi? Simak intisari sesi Walk the Talk series dengan tema “Driving Sustainability with Tech in New Era” di mana membahas pemanfaatan teknologi untuk kehidupan berkelanjutan di era new normal, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya!

Bank DBS Indonesia sebagai lembaga perbankan yang digerakkan oleh tujuan, berkomitmen dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang di setiap aktivitas bisnisnya. Komitmen tersebut diwujudkan dengan berbagai upaya dalam aspek bisnis hingga budaya keseharian. Mulai dari berkolaborasi dengan berbagai pihak, budaya korporasi Bank DBS Indonesia, hingga salah satu pendekatan perbankan digital yang membuat kita semua menjadi bagian dari keberlanjutan tersebut.

Bank DBS Indonesia secara aktif merangkul berbagai pihak untuk bersama-sama menghadapi masa sulit ini dengan berbagai program. Secara internal, menyediakan pelayanan dokter dan paket stimulus alat kesehatan bagi karyawan untuk dapat beraktivitas secara aman dan sehat. Juga secara aktif melakukan program DBS Stronger Together Fund bersama Yayasan Benih Baik (Benihbaik.com) dan juga nasabah dalam mengumpulkan dana yang akan didonasikan kepada masyarakat berupa Alat Pelindung Diri dan paket makanan.

Bank asal Singapura ini secara aktif menyuarakan isu keberlanjutan dan digitalisasi sebagai salah satu bentuk upaya dalam mewujudkan komitmennya. Hal ini terbukti dengan berbagai program dan forum yang diselenggarakan oleh Bank DBS Indonesia, yaitu Asian Insights Conference 2020 pada bulan Juli lalu. Hal ini didasari oleh kesadaran Bank DBS Indonesia sebagai perusahaan yang bertanggung jawab yang senantiasa meningkatkan kesadaran tentang masalah sosial, lingkungan, dan keberlanjutan.

Upaya lain yang menjadi fokus Bank DBS Indonesia dalam menciptakan lingkungan dan bisnis yang berkelanjutan adalah bergerak bersama wirausaha sosial. Melalui DBS Foundation, Bank DBS Indonesia fokus dalam mendukung dan memajukan usaha sosial di Indonesia melalui berbagai program mulai dari edukasi, pendampingan, pelatihan bisnis, pendayagunaan hingga pemberian dana hibah.

Manajemen bank ini percaya wirausaha sosial merupakan masa depan bisnis, karena selain menjalankan bisnisnya, mereka juga mampu menciptakan dampak positif sekaligus menyelesaikan isu sosial yang terjadi di masyarakat dalam berbagai aspek. "Kami menyadari bahwa memastikan keberlangsungan dan tumbuh kembang wirausaha sosial merupakan bagian dari tanggung jawab Bank DBS Indonesia guna memperkuat fondasi ekonomi sekaligus menyelesaikan isu sosial yang tengah dihadapi masyarakat,” tambah Mona.

Turut hadir dalam sesi Walk the Talk yang berfokus pada teknologi dan keberlanjutan ini, CEO & Chairman Gringgo, Febriadi Pratama yang fokus dalam mengembangkan circular economy, yaitu konsep alternatif ekonomi linear yang bertujuan untuk menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin serta untuk memulihkan material yang telah sampai pada usia akhirnya.

“Kami melihat bahwa perilaku masyarakat belum menjadikan pengolahan sampah sebagai isu penting yang harus dihadapi dan di satu sisi infrastruktur yang belum memadai untuk pengelolaan sampah yang baik. Untuk itu kami menghadirkan teknologi untuk mempertemukan apa yang dibutuhkan oleh industri dan apa yang telah dihasilkan oleh masyarakat, sehingga dapat tersalurkan dengan baik dan hanya menghasilkan sedikit sampah,” ujar Febriadi.

Gringgo adalah startup teknologi yang memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan khususnya pengelolaan sampah dengan teknologi. Startup ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dalam program pengelolaan sampah kepada masyarakat. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam memilah sampah, mengukur berapa hasil sampah yang telah dikumpulkan, dan jenis sampah yang bisa didaurulang sebagai bahan baku.

Membicarakan kehidupan yang berkelanjutan, tidak selalu hanya terkait lingkungan, pendidikan tentu tidak kalah penting. Akses pendidikan yang mudah dan merata menjadi salah satu kunci kemajuan suatu negara. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu fokus dari Ancora Foundation, yayasan yang berupaya untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas, pendidikan guru, dan pemberdayaan komunitas.

Sebelum terjadinya pandemi, Ancora Foundation telah memanfaatkan teknologi dalam menyediakan akses beasiswa bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia secara virtual. Mulai dari proses pendaftaran hingga pemilihan kandidat yang akan menerima beasiswa. “Tentu yang menjadi tantangan, jauh sebelum pandemi terjadi hingga saat ini adalah infrastruktur. Namun, kami yakin bahwa dengan berbagai upaya dan kolaborasi antar pihak hal ini dapat terselesaikan. Kami mencoba pertama kali mulai dari media sosial dan kini berkembang dengan penggunaan teknologi yang mutakhir berkolaborasi dengan berbagai startup teknologi yang lainnya,” jelas Executive Director Ancora Foundation, Ahmad Zakky Habibie.

Tantangan dan pembelajaran yang ditemui melalui program-program sebelumnya, menjadi modal Ancora Foundation dalam menghadapi pandemi ini, di mana banyak sekolah yang ditutup. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu strategi tepat untuk tetap menyediakan akses pendidikan yang berkualitas untuk seluruh pelajar, mahasiswa termasuk guru di Indonesia.

Walk the Talk adalah rangkaian acara yang berkolaborasi dengan berbagai perusahaan, organisasi dan komunitas untuk menginspirasi masyarakat luas, mempelajari sesuatu, dan mulai bertindak terhadap situasi yang kini dihadapi bersama. Pada Mei 2020, Walk the Talk telah menyelenggarakan sesi pertamanya dengan tema “What Business Can Do and Adapting with this new normal.” Melihat situasi pandemi saat ini, acara ini diselenggarakan dalam format virtual dengan menghadirkan pembicara-pembicara dari berbagai latar belakang dan pengalaman untuk berbagi wawasan terkait isu yang diminati atau tengah dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)