Colearn Raih Dana Lanjutan Seri A US$17

Perusahaan rintisan edtech, Colearn mengumumkan telah mendapatkan dana tambahan sebesar US$17 juta sebagai bagian dari pendanaan lanjutan Seri A. Pendanaan ini dipimpin oleh TNB Aura, KTB Network, dan Binus Group, dengan partisipasi dari investor lama AWI, Surge Sequoia Capital India, GSV Ventures, AC Ventures, Leo Capital, serta January Capital.

Pendanaan kali ini menjadikan Colearn memiliki total dana sebesar US$34 juta yang akan dipakai untuk memperkuat basis pengguna berbayarnya di Indonesia. Sebelumnya, Colearn telah mengumpulkan US$10 juta dalam pendanaan Seri A dari investor terkemuka Alpha Wave Incubation, GSV Ventures yang berfokus pada edtech dan investor awal, serta Surge dan AC Ventures dari Sequoia Capital India.

Abhay Saboo, Co-Founder & CEO Colearn mengatakan, sejak meluncurkan Colearn, pihaknya sangat fokus menciptakan produk yang disukai pengguna. Tidak hanya membantu pelajar membangun fondasi yang kuat dalam mata pelajaran science, technology, engineering & mathematics (STEM) , tapi juga menghasilkan dampak langsung. Karena lebih dari 80% pelajar yang berlangganan diklaim telah melihat peningkatan pada nilai mereka.

"Dengan NPS (Net Promoter Score) konsisten lebih dari 70 untuk live classes, dan 90%+ traffic organik dari fitur Tanya, bantuan pekerjaan rumah yang didukung oleh AI, kami secara aktif berupaya mengubah pola pikir mengenai bimbingan belajar online, dengan penawaran kami yang memadukan AI dan interaktivitas,” jelasnya.

Colearn adalah platform pembelajaran online untuk murid SD sampai SMA yang diluncurkan pada Agustus 2020. Sebelumnya, Colearn dimulai dari bisnis offline pada 2018 dan beralih ke model hybrid. Saat pandemi di 2020, Colearn bertransisi menjadi platform yang sepenuhnya online.

Dalam kurun waktu 1,5 tahun, Colearn telah mengumpulkan lebih dari 4,8 juta pengguna di mana 90% di antaranya diperoleh secara organik. Tercatat, mereka telah menanyakan lebih dari 85 juta pertanyaan lewat fitur Tanya, automated doubt solver yang didukung oleh sistem Artificial Intelligence untuk mencocokkan pertanyaan murid dengan lebih dari 500.000 video tutorial yang menguraikan konsep-konsep penting. Tahun 2021 lalu, jumlah pertanyaan yang ditanyakan murid bertambah lima kali lipat.

"Melalui Tanya yang dilengkapi video solusi berkualitas tinggi dengan penjelasan yang ringkas dan jelas, Colearn membantu murid dan orang tua dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah selama masa pandemi," lanjut Abhay.

Colearn juga menghadirkan kelas online berbasis komunitas (cohort-based) pertama di Indonesia. Abhay pun menjamin, kelas live tersebut dibawakan oleh guru-guru berkualitas tinggi yang melewati proses seleksi ketat dan terlatih untuk mengajar secara efektif melalui platform online. Kelas Live Colearn juga dinilai telah mengubah pemahaman murid akan mata pelajaran yang sering dianggap sulit seperti matematika, fisika, dan kimia.

"Seiring dengan kembalinya para murid ke PTM (pembelajaran tatap muka), semakin tinggi pula permintaan akan bimbingan belajar berkualitas tinggi yang dapat melengkapi proses belajar mereka. Kehadiran guru-guru yang secara aktif mendorong murid memahami konsep-konsep dalam bidang STEM membuat Colearn siap menjadi bimbingan belajar online berkualitas yang dapat diakses oleh murid-murid Indonesia di seluruh negeri," ujar Abhay. Seri pendanaan baru ini juga, kata dia, akan membantu memperkuat brand presence Colearn dan fitur Kelas Live berbasis komunitas.

Berbicara tentang investasi tersebut, Vicknesh R Pillay, Founding Partner TNB Aura mengatakan, “Dengan pendekatan unik tim dalam mengatasi kesenjangan pendidikan jenjang SD sampai SMA, dan motivasi yang tak tergoyahkan, Colearn memiliki kombinasi langka untuk menjadi startup ikonik berikutnya dari Indonesia.”

Senada dengan Vicknesh, Amy Yeh, Senior Managing Director KTB Network menambahkan, ketangguhan yang telah ditunjukkan Colearn selama pandemi dinilai menjadi bukti kekuatan dan kemampuan tim untuk menavigasi lanskap edtech yang selalu berubah.

"Fokus tajam tim dalam memberikan pengalaman kelas live terbaik dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari murid dan orang tua. Tanya, fitur pemecahan masalah berbasis AI yang membantu pekerjaan rumah, mengatasi masalah utama dan karena itu telah menjadi bagian integral dari kehidupan murid di Indonesia.”

Sementara itu bagi Binus Group, ini merupakan investasi perdana yang turut bergabung sebagai mitra strategis Colearn. Lawrence Wibisono, Managing Director BINUS Group mengatakan, sejalan dengan visi Binus, membina dan memberdayakan masyarakat dalam membangun dan melayani bangsa, pihaknya selalu berkomitmen untuk menegakkan pembangunan pendidikan.

"Melalui Colearn, kami berharap dapat terus menemukan dan memberdayakan para pemimpin masa depan untuk membangun perusahaan yang luar biasa dan berkontribusi kepada masyarakat,” kaya Lawrence.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)