Corporate University ala Trakindo

Tak bisa dimungkiri, menurunnya bisnis pertambangan selama tiga tahun terakhir berdampak besar terhadap industri terkait, yaitu alat berat yang digeluti PT Trakindo Utama. Sebagai distributor alat berat Caterpillar, pendapatan Trakindo pun ikut tergerus. Namun, bisnisnyamasih bisa bertahan berkat kekuatan human capital, terutama apa yang disebut dengan “service man” yang kini menjadi tulang punggung perusahaan.

Corporate University Trakindo Iwan Pramono, Supervisor Pelatihan Trakindo (kiri) dan Tim

Hasilnya, penguasaan pasar Trakindo menguat di 2015 menjadi 22% dan diharapkan akan menjadi 24% di tahun ini. “Mengapa kami bisa bertahan di saat yang sulit ini? Karena, jualan kami berubah menjadi penjualan service dan product support. Di training center Trakindo, kami juga men-training perusahaan lain,” ujar Iwan Pramono, Supervisor Pelatihan Trakindo.

Bagaimana resep Trakindo sehingga bisa mencetak SDM, terutama service man, yang menjadi penopang bisnis perusahaan? Rahasianya ada di corporate university Trakindo yang didirikan pada 2013. Corporate university Trakindo dirancang layaknya universitas pada umumnya, yakni terdapat jurusan-jurusan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis di Trakindo.

Ada tujuh jurusan yang terdapat di Trakindo, yaitu service and operation, sales, marketing, supply chain, finance, human capital and admin, serta innovation. Pada setiap jurusan ini pun terdapat tiga level, yaitu basic, intermediate dan advanced. Seluruh karyawan akan mendapat tiga materi sebelum masuk di berbagai jurusan di atas. Ketiga materi tersebut adalah core value, business focus and consumer focus, serta leadership traits.

Kami punya satu framework strategy yang mirip bangunan. Apa pun learning project yang kami desain selalu mengacu pada core value, business focus and consumer focus, dan leadership traits sehingga setiap karyawan pasti akan kami ajari tiga hal tersebut,” ungkap Ira D. Kamal, Manajer Learning and Talent Development Trakindo. Saat ini, total karyawan Trakindo mencapai 6.500 orang.

Untuk bisa membuat corporate university, tentunya Trakindo harus memiliki fasilitas yang memadai terlebih dahulu. Sejak 1996, Trakindo telah memiliki memiliki pusat pelatihan di Cileungsi, Bogor. Pada 2017, pusat pelatihan ini mendapat bintang 5 untuk Caterpillar Learning Capability Assessment Tools (LCAT). Hal ini menjadikan Trakindo sebagai satu-satunya distributor Caterpilar di dunia yang mendapat bintang 5 LCAT. Di 2013, Trakindo mendapat penghargaan CAT Service Training Excellence Accreditation Award dan Best Team Presentation CAT Condition Monitoring Boot Camp di Thailand.

Membicarakan need analysis tentunya tidak lepas dari masalah kompetensi. Terdapat dua poros yang akan memengaruhi kompetensi ini, yaitu kapasitas dan kapabilitas personal serta kebutuhan bisnis yang di dalamnya terdapat strategi korporasi yang akan menentukan kompetensi standar. Ketika kompetensi standar sudah ditentukan, perusahaan sudah bisa membuat desain pembelajaran.

Berangkat dari situ, Trakindo bisa membuat kurikulum, fasilitas pelatihan dan kemudian implementasi, validasi hingga sertifikasi. Karena bergerak di alat berat, Trakindo tidak bisa lepas dari factory yang dalam hal ini adalah Caterpillar. Caterpillar menyediakan bentuk sertfikasi yang diwajibkan kepada dealer-nya.

Kompetensi standar yang sudah ditentukan Trakindo bisa memengaruhi kebutuhan konsumen Trakindo. “Karena Trakindo satu-satunya dealer yang memiliki bintang lima di LCAT, kurikulumnya juga dipakai oleh dealer-dealer Caterpillar di negara-negara lain,” kata Ira.

Trakindo tidak hanya fokus di alat berat, tetapi fokus juga pada yang mengoperasikan alat berat. Untuk itu, Trakindo membuatkan Technician Development Program. Untuk para service man ini, mereka melalui program yang bukan standar, tetapi lebih ke fast track. Ada empat tahapan dalam program ini, yaitu technician trainee, technician, senior technician, dan master technician. Hingga Maret 2016 ada 1.775 technician, 199 technician certified, 649 senior technician, 45 senior technician certified, 16 master technician, dan satu technician certified. Yang dimaksud service man certified, sudah menyelesaikan program dan target kemampuan di level dan posisinya. Adapun non certifies service man belum menyelesaikan program dan target kemampuan.

Selain itu, ada Service Management Certification Program, yaitu program yang dikhususkan untuk para pemimpin di Trakindo. Dalam program ini ada 31 kompetensi manajemen layanan yang harus dilakukan melalui e-learning, tugas, dan sebagainya. Dan, terakhir, harus melakukan final group presentation setelah melewati 10 bulan pendidikan yang dibimbing oleh seorang profesor yang sudah ditentukan. Program ini bekerja sama dengan Caterpillar. Saat ini Trakindo sudah mengirimkan dua batch (total ada lima orang) dan ada dua orang yang sudah lulus, sisanya masih dalam proses untuk menyelesaikan program.(*)

Twitter & IG : @ddsuryadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)