Credo Group Bangun Apartemen Mewah di Kebon Sirih

Banyak pelaku bisnis properti yang kini cenderung masih wait and see melihat perkembangan pasar terkini. Mereka belum berani meluncurkan proyek-proyek baru karena daya beli masyarakat  yang sedang tidak kodusif. Banyak apartemen yang sudah terbangun namun unit yang dijual masih banyak yang tersisa, tak kunjung habis terserap pasar.

Toh demiikian, pasar properti yang masih memble itu rupanya tak membuat gentar Credo Group untuk meluncurkan proyek properti baru. Diam-diam Credo Group sedang menggulirkan proyek mix used di kawasan Jl Kebon Sirih Jakarta, terdiri dari tower residensial, service apartment dan office tower,  diberi nama The Stature Jakarta. Proyek ini dikembangkan Credo Group melalui kongsi dengan raksasa properti asal Singapura, CapitaLand. "Total investasinya sekitar SG$ 250 juta dan kami rencanakan akan selesai pada tahun 2020," jelas Harry Tirtajaya, Managing Director Credo Group.

The Stature Jakarta memiliki total luas area 55.000 m2. Nantinya pengembangannya  akan meliputi apartemen mewah (Stature Residence), service apartment (Ascott Menteng Jakarta), office tower (Stature Tower), dan gerai ritel lifestyle. Ascott Menteng merupakan menara serviced residence premium setinggi 24 lantai, Stature Tower gedung perkantoran 20 lantai, dan Stature Residence merupakan apartemen mewah yang terdiri dari 96 unit dan dijual ke publik, dengan ketinggian 29 lantai.

Tahap pertama yang kini dibangun ialah proyek apartemen mewah, Stature Residence. Ada enam tipe unit apartemen yang dipasarkan. Yang termurah ialah tipe Signature yakni dengan dua kamar tidur, 146 m2 (SGA), 130 m2 (NFA), harga per unit sekitar Rp 10,5 miliar. Sedangkan unit termahal ialah tipe townhouse yang harganya hingga Rp 30 miliar per unit. "Dari 96 unit yang kami tawarkan, 40% sudah terjual. Masing-masing tipe sudah ada yang terjual," kata Harry Tirtajaya. Menurutnya, pembelinya kebanyakan kalangan end user yang profesinya pengusaha.

 

Harry Tirtajaya yakin bahwa unit-unit yang tersisa akan segera terjual karena apartemennya membidik segmen atas. Menurutnya, bisnis properti apartemen lesu bila membidik segmen menengah atau sedikit menengah-atas. Namun bila sekalian membidik pasar atas (upper class) tetap akan akan ada demand. Pihaknya tidak terburu-buru dan menetapkan target kapan semua unitnya akan terjual habis karena yakin dengan keunikan produknya. "Lokasi produk kami di Kebon Sirih, sangat premium, amat sangat dekat dengan Monas, Istana Negara, Jl Thamrin yang merupakan pusat Jakarta. Tidak perlu kemana-mana karena kita sudah di pusat, apalagi terintegrasi dengan perkantoran dan life style," lanjut Harry Tirtajaya.

Kepemilikan di proyek kongsi ini berimbang (50:50) antara Credo Group dan CapitaLand. Bagi Credo Group, The Stature akan menjadi proyek mix used pertamanya. Selama ini perusahaan yang dimiliki Keluarga Judith Soeryadjaya (putri William Soeryadjaya) ini lebih banyak bermain di bisnis perhotelan dan landed house untuk bisnis properti. Untuk hotel, yang sudah dimiliki antara lain Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Hotel Melia Kualalumpur dan hotel Amandari Bali. Sedangkan untuk perumahan antara lain Kiara Residence di Bogor.

Sementara itu, bagi CapitaLand, proyek The Stature Jakarta memperkuat penetrasinya di bisnis properti Indonesia. "Kami sudah 25 tahun di Indonesia. Sekarang kami mengelola 16 service apartment di Indonesia melalui operator kami, Ascott. Yang kami punya sendiri ada empat properti," jelas Sharon Sng, SVP, CapitaLand Singapore, Malaysia, Indonesia. "Kami sangat percaya prospek bisnis properti di Indonesia sangat menjanjikan sehingga kami berani berinvestasi. Kebetulan pula Credo Group punya tanah yang lokasinya sangat bagus," terang Sharon Sng.

Sudarmadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)