CTI IT Infrastructure Summit 2019 Bahas Manfaat AI Untuk Bisnis

Perkembangan dan manfaat dari Artificial Intelligence (AI) bagi dunia bisnis kian terasa. Lembaga riset Accenture memprediksi AI dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sebesar 40% di tahun 2035 serta memberikan Nilai Tambah Bruto di 16 industri sebesar US$14 triliun.

Melalui adopsi AI, nilai profit sharing di industri akan naik sebesar 84% pada sektor pendidikan, 74% pada layanan akomodasi dan makanan, 71% pada konstruksi, 59% pada wholesale dan ritel, serta 55% pada sektor kesehatan. Di industri manufaktur, AI dapat menghemat biaya inventaris keseluruhan sebesar 20%-50% dan mengurangi potensi kesalahan prediksi supply chain sebesar 50%, serta biaya logistik sebesar 5-10%.

Untuk mendukung perkembangan AI dan aplikasinya pada bisnis, PT Computrade Technology International (Grup CTI) tahun ini mengangkat AI sebagai topik utama dalam CTI IT Infrastructure Summit 2019. Konferensi dan pameran tersebut pada tahun ini diberi judul AI for Business.

Konferensi yang memasuki tahun keenam ini menggandeng Aruba Indonesia sebagai Platinum Sponsor, menghadirkan puluhan pembicara dan praktisi bisnis terkemuka serta demo teknologi dan solusi infrastruktur TI dari CTI Technology Center, vendor teknologi dunia, dan mitra bisnis CTI Group. Tahun ini, CTI Group mengundang 10 startup Indonesia di bidang AI yang menampilkan inovasinya kepada para peserta yang hadir.

Teknologi AI sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari di antaranya melalui penggunaan virtual assistant dan aplikasi navigasi, hingga kini mulai diadopsi bisnis untuk meningkatkan layanan pelanggan (chatbot), mendeteksi fraud, bahkan memberikan rekomendasi medis.

Rachmat Gunawan, Direktur CTI, mengatakan, meskipun sudah cukup banyak perusahaan yang mulai mengimplementasikan AI, dan menurut riset IDC bahwa Indonesia merupakan negara dengan adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, namun masih banyak pelaku bisnis yang bingung bagaimana mendefinisikan use case AI di perusahaan serta hal yang perlu disiapkan.

“Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami mengumpulkan para ahli di bidang AI maupun profesional bisnis yang sudah berpengalaman dengan teknologi tersebut agar dapat sharing knowledge dan experience mereka kepada seluruh pelaku bisnis yang hadir di CTI IT Infrastructure Summit,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan dalam mengadopsi AI di Indonesia antara lain adalah terkait infrastruktur dan penyedia data, dan masih banyak perusahaan di Indonesia yang tidak memiliki planning penerapan AI sampai lima tahun ke depan.

“Lalu kalau dari segi SDM sebenarya tetap akan lebih banyak yang di-hire, daripada di-fire. Karena AI juga membutuhkan orang yang bisa melakukannya,” ujar Rachmat.

Menurut Robert Suryakusuma, Countery Manager Aruba Indonesia, AI mampu mentransformasi dan mengoptimalkan performa bisnis dalam mengelola jaringan, terutama dalam sisi keamanan dan ketersediaan. Meningkatnya penggunaan perangkat pribadi maupun profesional di lingkungan kerja, keamanan menjadi semakin penting yang lantas memberikan tekanan dan kompleksitas lebih kepada tim TI.

Ia menambahkan, perlunya perusahaan mengadopsi AI karena membantu dalam membaca data yang didapat. “karena data kalau tidak di-capture dengan baik maka akan menjadi sekadar data saja,” ucapnya.

Dalam acara ini juga diselenggarakan iCIO Awards 2019. Pemberian penghargaan kepada para T Leaders yang sukses mendorong dan mengeksekusi inisiatif transformasi bisnis melalui pemanfaatan IT secara lebih optimal dan telah terbukti menghadirkan value terhadap kinerja bisnis, berdasarkan penilaian dewan juri.

Terpilih empat orang pemenang iCIO Awards 2019, yaitu Prasetyadi, Direktur Operasi PT Pelindo II (IPC) sebagai The Most Influential CIO; Dino Bramanto, Direktur Korporat IT & CEO Kalina (Kalbe Digital Companies) sebagai The Most Innovative CIO; Widada Sulistya, Deputi Instumentasi, Kalibrasi, Rekayasa, dan Jaringan Komunikasi BMKG sebagai The Most Intelligent CIO; dan Hafid Hadeli, CEO PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. sebagai The Most Inspiring CEO.

“Kita sudah memasuki era AI. Ai memudahkan proses bisnis, dan ke depannya bisa muncul model bisnis yang baru,” ujar Prasetyadi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)