Dampak Pemilu terhadap Ekonomi Domestik

Meskipun ekonomi dunia belum bersahabat, CORE Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mendekati angka 5,1%.

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan perhelatan yang tidak hanya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan konsumsi baik pemerintah maupun swasta, tetapi juga menjadi penentu arah kebijakan ekonomi dalam lima tahun ke depan.

Pada tahun ini, ekonomi dunia masih belum bersahabat, terutama dengan kecenderungan perlambatan ekonomi dan perang dagang. Bahkan perang dagang antara dua negara adidaya, Amerika Serikat dan Tiongkok, kembali memanas pada paruh pertama tahun ini yang kembali berimplikasi pada pergeseran kesetimbangan dan intensitas perdagangan dunia, yang tentunya juga berdampak pada lndonesia.

“IMF melakukan koreksi tajam terhadap pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2019 ini. Pada Oktober tahun lalu IMF sebenarnya masih optimistis ekonomi dunia akan tumbuh lebih cepat dari 3,6% pada 2018 menjadi 3,94% di tahun ini. Pada April 2019, IMF mengoreksi pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 3,33%,” papar Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, di Jakarta, (31/07/2019).

Di sisi lain, investasi pun turut mengalami perlambatan, tidak hanya karena perlambatan global, tetapi juga karena perhelatan pemilu yang secara historis hampir selalu menahan laju investasi. Pasalnya, pelaku usaha dan investor umumnya menahan keputusan-keputusan strategis dalam bisnis termasuk untuk berinvestasi, sampai dengan terpilihnya pemimpin atau bahkan kabinet yang baru.

“Dengan selesainya pemilu ini mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang pada gilirannya memacu pertumbuhan ekonomi. Stabilitas konsumsi rumah tangga menjadi sangat penting untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 5%,” imbuh Faisal.

Pada November 2018 lalu, Core Indonesia telah memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan berada di kisaran 5,1-5,2%. Setelah mencermati perkembangan sepanjang paruh pertama 2019, Core Indonesia meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih mendekati angka 5,1%.

Artinya, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 5,17%. Potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi setelah 2019 memang terbuka lebar, terlebih dengan usainya Pemilu yang memberikan kepastian kepemimpinan nasional untuk lima tahun ke depan.

Meski demikian, sejauh mana perbaikan ekonomi tersebut masih akan sangat ditentukan beberapa faktor, selain bergantung pada siapa yang akan terpilih dalam jajaran kabinet khususnya tim ekonomi pada Oktober nanti, juga akan bergantung pada keseriusan presiden dan tim ekonominya menjalankan agenda ekonominya, serta sejauh mana konsistensi dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)