Dana Desa Genjot Pembangunan Infrastruktur

Dana desa memacu pembangunan infrastruktur di pedesaan. (Foto : vicky Rachman/SWA).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, menyebutkan dana desa dalam tiga tahun terakhir telah berhasil membangun ragam infrastruktur seperti lebih dari 158 ribu kilometer jalan desa, lebih dari 1.000 kilometer jembatan, puluhan ribu PAUD, Polindes, dan sebagainya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadikan program-program pemerintah Indonesia dilirik oleh mancanegara. "Dana desa membangun infrastruktur dengan sangat masif. Dan ini juga dimintai dalam forum IMF World Bank Meeting di Bali. Setiap acara yang berhubungan dengan desa juga selalu over subscribe kan. Karena model pendampingannya yang mereka mau tahu kenapa bisa efektif," ungkap Eko dalam pernyataan tertulis di Badung, Bali, beberapa waktu lalu.

Menteri Eko melanjutkan, program dana desa telah berhasil memberikan kontribusi pada pengurangan angka kemiskinan. Tahun lalu, jumlah kemiskinan di desa menurun lebih dari 1,2 juta jiwa, 2 kali lipat lebih tinggi dari penurunan kemiskinan di kota yang berjumlah 580.000 jiwa. "Pembangunan di desa juga membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, Kemendes PDTT diberi target untuk mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang. Saat ini, lanjutnya, Kemendes PDTT telah berhasil mengentaskan dua kali lipat dari target tersebut. "Sampai akhir Maret tahun ini sudah lebih dari 10 ribu desa tertinggal menjadi desa berkembang. Semoga tahun depan bisa lebih dari tiga kali lipat dari target," ungkapnya.(*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)