Dari Singapura, Sajadah Lasouk Merangsek ke Indonesia

(ki-ka) Nadja dan Heikal Gani, kreator sajadah Lasouk

Kreativitas produk mukenah dan sarung sudah biasa dilakukan pemilik brand. Namun, berbeda dengan sajada yang desain produknya cenderung konvensional. Selama ini desain sajadah mengikuti paduan mukenanya atau berdesain dengan material karpet klasik.

Lasouk, brand dari Kanada dan Singapura yang kini telah hadir di Indonesia, berinovasi dengan rangkaian sajadah yang berbeda sebagai pilihan baru untuk menemani kegiatan beribadah sehari-hari.

Ihwal Lasouk berangkat dari ide menghadirkan sajadah bagi wanita milenial yang dinamis dan aktif yang ingin selalu ingin memiliki item yang stylish dan conscious termasuk item yang digunakan saat beribadah.

Sajadah yang diproduksi Lasouk terlihat begitu urban. Kalau biasanya sajadah dipenuhi dengan motif dekoratif yang ramai atau border bergaya klasik, Lasouk menghadirkan desain dengan sentuhan budaya Maroko yang diterjemahkan dengan corak geometri yang minimalis. "Desain bukan satu-satunya kelebihan Lasouk. Sajadah ini didesain dengan paket komplit; visual yang baik, kenyamanan ketika dipakai dan ramah lingkungan, " ujar Heikal Gani, Pendiri Lasouk di Jakarta, beberapa waktu lalu mengklaim.

Sajadah Lasouk menggunakan bantalan tebal yang diklaim mampu melindungi lutut dari kemungkinan cedera otot. Motif bagian atasnya menggunakan tinta berbasis air dan suede sintetis yang dapat menyerap kelembaban dengan baik. Untuk lapisan bawah sajadah, Lasouk menggunakan karet natural dengan grip yang kuat sehingga sajadah terhampar dengan baik tanpa takut terlipat maupun slip.

Lasouk juga memikirkan siklus after-use produknya. Ketika kondisi Lasouk sudah lawas, sajadah ini dapat terurai dengan baik secara alami karena menggunakan material yang ramah lingkungan seperti motif dengan tinta air dan karet alami.

Keunggulan sajadah Lasouk ini lahir karena desainer Nadja dan Heikal- kreatornya telah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam menciptakan mat yang nyaman dan tahan lama. Selain Lasouk, Heikal telah dikenal dengan kreasi sebelumnya yaitu produk yoga mat yang dikenal dengan nama Sugarmat yang dirilis di Kanada. Sama seperti Lasouk, Sugarmat juga mengutamakan konsep look dan kenyamanan.

Meski berasal dari Singapura dan Kanada, sajadah ini sangat kental dengan unsur Maroko. Nama Lasouk sendiri terinspirasi dari souks atau pasar-pasar di Marrakech, Maroko yang dikenal sejak dulu sebagai pusat inspirasi nan eksotis dengan hamparan karpet, sutra, kaftan, bumbu-bumbu, perhiasan dan lampu-lampu. Maroko yang merupakan salah satu negara favorit Nadja dan Heikal juga dipenuhi dengan deretan islamic arts dan bentuk geometri islam yang memukau.

Untuk menghargai kekayaan inspirasi Maroko, Lasouk berkomitmen mendukung pendidikan di Maroko dengan bekerja sama dengan badan social bernama Education for All Morocco (Efamorocco). Badan yang telah didirikan sejak 2007 ini telah membantu banyak remaja wanita berusia 12-18 tahun yang hidup di pedesaan terpencil di Maroko untuk mendapatkan pendidikan. “Setiap penjualan 300 sajadah, kami dapat mensponsori pendidikan satu remaja wanita di Efamorocco selama satu tahun,” ujar Heikal. Sebelumnya badan sosial ini juga didukung oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Terkait pemasaran Lasouk di Indonesia, melalui pameran, marketplace (Shopee dan Tokopedia) serta toko sendiri yang berlokasi di Jakarta Selatan. Untuk pameran salah satunya mengikuti Muslim Fashion Festival 2020 di JCC Senayan, Jakarta Selatan. Harga sajadah dibanderol mulai Rp429 ribu hingga Rp599 ribu.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)