Data Analytics dan E-Commerce Jadi Penggerak Operasional Bisnis Baru

Bank DBS melalui sesi diskusi Aftermath of Covid-19 yang disampaikan oleh Group Head of Global Transaction Services DBS Bank, John Laurens menyampaikan beberapa bentuk new normal dalam bidang bisnis.

"Pertama, adanya pergantian atau penyingkatan rantai pasok melalui reshoring/nearshoring. Kemudian, adanya pergeseran rantai pasokan utama ke ASEAN, yang juga membangkitkan gairah pasar berbiaya rendah termasuk Vietnam, Bangladesh, India, dan Indonesia," sebutnya.

Kedua, bangkitnya ekosistem dengan seluruh rantai pasokan berpartisipasi pada satu platform tunggal. Dengan demikian, pemanfaatan data analytics sangat dibutuhkan untuk memfasilitas transparasi yang lebih besar

Ketiga, peran e-commerce menjadi semakin penting. Lalu, inovasi digital untuk mendukung kebangkitan ekonomi pun perlu didorong, termasuk peluang bisnis berkemampuan 5G dan penerapan solusi berbasis IoT dan cloud.   Terakhir, John juga mengarahkan karyawan untuk bekerja dari rumah untuk meminimalisir waktu perjalanan bisnis.

Sementara itu untuk transaksi perbankan DBS, adopsi digital akan terus berlangsung dengan cepat sementara aktivitas transaksional dan informasi berbasis analog beralih ke proses digital sepenuhnya. Pun dengan semakin diperkuatnya model bisnis berbasis data untuk memberikan peluang penjualan produk tambahan/pelengkap (cross-sell) di seluruh layanan dan konsultasi klien secara digital, pembiayaan berbasis analitik, perbendaharaan dan manajemen risiko.

Bank DBS tercatat mengalami pertumbuhan dua digit di pasar India, Greater bay Area, dan Indonesia. Kemudian, bank juga akan melanjutkan pertumbuhan di pasar Vietnam dan Australia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)