DataOn dan GreatDay HR Ajak Aktivis SDM Perhatikan Kesejahteraan Karyawan

Pesatnya perkembangan transformasi digital saat ini menjadi tantangan bagi semua pelaku industri, salah satunya bagi manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Menyadari hal ini, penyedia perangkat lunak HR, PT Indodev Niaga Internet (DataOn) dan Great Day HR mengajak para aktivis SDM untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Kesejahteraan tersebut yakni dari segi kemudahan teknologi, kesehatan, dan keamanan finansial karyawan. Project Manager GreatDay HR, Julian menjelaskan, sebagai market leader di Indonesia untuk sistem SDM, pihaknya menawarkan solusi teknologi untuk merampingkan hal-hal yang bersifat operasional.

“Saat ini orang-orang HR terlalu menghabiskan waktu untuk operasional, yang harus dipikirkan oleh HR itu seharusnya human-nya, untuk konseling, menjaga mereka, pastikan mereka perform dengan baik. Kalau kita terus-terusan mengurus absensinya, memastikan orangnya datang ke kantor atau tidak, kapan mereka bisa untuk meningkatkan skill,” katanya.

Dia melanjutkan, lewat aplikasi Greatday HR memungkinkan simplifikasi berbagai proses manajemen SDM, seperti mentracking data pegawai, mentracking kehadiran pegawai lewat fitur face recognition, memantau pegawai menggunakan GPS, memanage proses izin cuti, lembur, sakit, dan terdapat fitur chatting serta sharing antar karyawan.

Saat ini pihaknya sudah melayani 2.000 customer yang terdiri dari perusahaan menengah dan besar dengan jumlah karyawan sekitar 1,2 juta. Pihaknya pun menargetkan 13 juta karyawan atau 10% dari total karyawan Indonesia yang mencapai 130 juta (data BPJS Ketenagakerjaan).

“Dengan adanya sistem ini kami berharap terjadinya peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh para praktisi dan pengelola manajemen SDM,” kata President Director DataOn dan GreatDay HR, Gordon Enns saat ditemui dalam acara Inspire HR DataOn 11th HR Conference 2019 di Sheraton, Rabu (10/04/2019).

Gordon menambahkan, saat ini DataOn pun akan menyasar UKM di mana menurut Gordon, UKM tidak mempunyai sarana untuk mentracking karyawan yang membuat produktivitas meningkat dan memberikan kepuasan pada karyawan.

“Di Indonesia peluangnya masih besar, dulu UKM tidak fokus ke HR karena tidak banyak karyawannya hanya sekitar 20-50 orang, tidak kompetitif. Mereka hanya membayar gaji, kita ingin bekerja sama dengan karyawan untuk memberikan reward design. Hal itu memerlukan otomasi dari sistem untuk membantu kalkulasi-kalkulasi insentif, komisi, dan lainnya,” ujar Gordon.

Adapun perusahaan yang menggunakan layanan ini akan dikenakan biaya sebesar Rp9.000 tiap karyawan per bulan, sudah termasuk biaya payroll, hosting, support, dan software. “Kami memberikan sistem dengan harga terjangkau sehingga mereka bisa menggunakan itu dengan level yang sama seperti big company. Itu manfaat utama untuk UKM,” katanya.

Sementara itu, Inspire HR DataOn 11th HR Conference 2019 ini dihadiri oleh lebih dari 1.200 peserta dengan total lebih dari 500 perusahaan. Agenda acara juga mencakup 3 materi unggulan yang dibawakan oleh Nerfita Primasari selaku Direktur SDM ISS Indonesia, PM Susbandono selaku Praktisi SDM, serta Ken Ratri Iswari selaku CEO & Pendiri Geek Hunter Indonesia.

Sebagai tambahan, diselenggarakan pula diskusi panel “Trend in Future Workplace Technologies: Make a Competitive Edge in Organization” di mana di dalamnya dibahas perihal fakta dan realita, tips dalam menyikapi tren teknologi dan hal yang perlu dimiliki pemimpin HR dalam menghadapi tren dan perkembangan teknologi di dunia kerja.

Adapun topik kedua “HR Health & Financial Safe For Your Organization" yang membahas strategi pengelolaan kesehatan dan keamanan fmansial untuk menunjang kinerja perusahaan, apa tujuan dan manfaat pengelolaan ini, serta bagaimana cara mengukur kesuksesan program manajemen kesehatan dan keamanan finansial.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)