Datascrip Targetkan 85 Ribu Unit Mirrorless Canon Terjual

Merry Harun, Canon Division Director PT Datascrip

Tren memotret kini semakin populer seiring dengan berkembangan media sosial. Bagi sebagian orang, memotret keseharian sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini tentu berdampak positif pada industri kamera, khususnya mirrorless yang dinilai lebih ringkas dan menarik bagi para penggiat sosial media dibandingkan dengan kamera DSLR.

Yase Defirsa Cory, Marketing Manager Datascrip,  menjelaskan kepada SWA Online bahwa tren kamera mirrorless sedang bertumbuh dan hampir semua brand mengeluarkan versinya masing-masing. “Sementara itu, market DSLR tidak berubah, hanya ada perebutan marketshare antara Canon dan brand kompetitor.” ungkapnya di Jakarta (22/11/2018).

Menurut Yase, peak season untuk produk kamera adalah pada kuartal IV, masa liburan. Penjualan pada bulan Oktober, November, dan Desember bisa mencapai 2 kali lipat penjualan di bulan lain. Namun, ketika kurs US$ meningkat September-Oktober lalu, permintaan cenderung turun. “Saat dollar AS naik, meski kami tidak menaikkan harga sekalipun, permintaan turun karena banyak orang yang menahan diri untuk membeli. Biasanya growth kami 50 persen ke atas, kemarin agak terganggu dengan pengaruh kenaikan dollar AS,” katanya.

Adapun target penjualan Datascrip hingga akhir tahun 2018 sebesar 85 ribu unit mirrorless dan 60 ribu DSLR. Sampai Oktober 2018, kamera mirrorless Canon sudah terjual 52 ribu unit. Sementara itu, Yase mengklaim bahwa Canon memimpin pasar DSLR sebesar 75 persen serta 30 persen di sektor kamera mirrorless.

Untuk segmen pasar anak muda,  Datascrip memasarkan mirrorless Canon EOS M100 yang hadir dalam 4 varian warna (abu, putih, hitam, dan pink). Merry Harun, Canon Division Director Datascrip, menyampaikan, “Kami menargetkan anak remaja hingga di bawah 40 tahunan, karena mereka aktif dan senang difoto. Mereka juga sangat terbiasa untuk difoto.” Salah satu strategi untuk mempromosikannya adalah dengan bekerja sama dengan figur publik yang disukai target pasar tersebut, Maudy Ayunda. Canon EOS M100 dipasarkan dengan harga 5,99 juta yang merupakan harga psikologis orang untuk membeli entry level camera.

Menurut Merry, tren kamera ke depan akan mengusung warna-warna stylish karena kini kamera tidak hanya dipakai untuk memotret saja, tapi juga bisa dijadikan aksesoris dalam bergaya. “Namun, untuk para (fotografer) profesional, mereka tidak terpengaruh hal tersebut, tapi lebih pada fungsi yang mereka perlukan,” ujarnya menutup penjelasan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)