Denpasar Lestarikan Lontar dengan Sistem Digitalisasi

Diditalisasi karya sastra Lontar di salah satu rumah warga di Denpasar-Bali

Beragam upaya terus digencarkan Kota  Denpasar sebagai kota berwawasan budaya guna mendukung pelestarian dan pengembangan seni, budaya, tradisi serta kearifan lokal. Melalui Dinas Kebudayaan dengan menggandeng Digital Repository Of Endengered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA), Pemkot Denpasar melestarikan karya sastra lontar Bali dengan menggunakan sistem digitalisasi.

Keberadaan lontar sebagai warisan budaya Bali, khususnya bidang sastra sangatlah penting. Beberapa lontar menyimpan nilai penting peradaban, tata cara pengobatan tradisional, sejarah, serta masih banyak lainnya. “Lontar merupakan kebudayaan Bali di bidang sastra, didalam lontar banyak terdapat nilai serta ilmu-ilmu yang menceritakan kehidapan masyarakat Bali terdahulu,” ungkap IGN Bagus Mataram, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, lontar yang sebagian besar bahannya terbuat dari daun lontar menjadikan lontar rentan mengalami kerusakan. Guna menghindari kerusakan tersebut sistem digitalisasi merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan. "Dengan digitalisasi isi lontar yang sudah tersimpan  dapat dibaca tanpa membuka cakupan lontar aslinya, sehingga bisa meminimalkan kerusakan,” kata Mataram.

Adalah seorang  Tim Cagar Budaya Kota Dennpasar, Yudhu Wasudewa,  berharap ini sebagai kegiatan percontohan pelestarian lontar dengan sistem digitalisasi.  “Usaha awal kerjasama yang kiranya dapat terus berlanjut, pelestarian ini selain dilakukan upaya konservasi, juga dilakukan digital sehingga nantinya dapat diakses melalui online,” jelasnya.

Menurut Yudhu lagi,  digitalisasi ini merupakan kerjasama antara Perpustakaan Nasional Jakarta, UIN Syarif Hidayatulah, Hamburg University Jerman, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Aliansi Peduli Bahasa Bali, dan Penyuluh Bahasa Bali.

Hingga saat
ini terdapat ribuan lontar di Kota Denpasar yang tersimpan di Pura, Puri,
Griya, dan kediaman pribadi yang belum terdata.  Dan dari keseluruhan
lontar di Kota Denpasar,  baru 35 cakup dengan jumlah halaman sebanyak
3.751 yang  direkam menggunakan sistem digitalisasi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)