Denpasar Peringkat 4 Kota Layak Huni di Indonesia

Kota Denpasar secara berkelanjutan terus melaksanakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat

Beragam prestasi diraih Kota Denpasar di awal tahun 2019 ini. Setelah sebelumnya terpilih menjadi Kota Sehat Dunia dan Kota Besar Cerdas se-Indonesia, kini Denpasar kembali mendulang prestasi dan menjadi peringkat 4 sebagai Kota Layak Huni di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI. Hal ini menjadikan Denpasar sebagai satu-satunya kota yang paling layak di huni di wilayah Provinsi Bali.

Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI merilis hasil survei independen itu, akhir pekan lalu. Survei dilakukan di 26 kota dan 19 provinsi di Nusantara. Setiap kota diwakili 100 hingga 200 warga sebagai responden.

Hasilnya, 66,9 persen responden menilai Solo adalah kota paling layak huni di Indonesia. Disusul Palembang, Balikpapan dan Denpasar dengan persentase masing-masing 66,6 persen, 65,8 persen dan 65,5 persen. Tangerang Selatan, Semarang dan Banjarmasin mengekor di peringkat selanjutnya. Ada beberapa aspek memuaskan sebuah kota yang dituntut masyarakat, yakni pangan, tempat ibadah, air bersih, kesehatan, dan pendidikan.

Keberhasilan Kota Denpasar menjadi kota layak huni tentu tek lepas dari komitmen pemerintah, masyarakat dan seluruh steakholder terkait yang senantiasa bersinergi dalam pembangunan kota. Fokus pembangunan digalakkan sehingga mampu memberikan kemanfaatan maksimal bagi masyarakat.

“Pembangunan keberlanjutan dilaksanakan dengan maksimal guna meberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di sela kegiatanya di kawasan Tukad Bindu, Kesiman, dalam rilisnya (10/2/2019).

Menurutnya, Kota Denpasar secara berkelanjutan terus melaksanakan pembangunan yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan konsisten dan berkelanjutan dalam penyediaan ruang publik seperti youth park, taman lalu lintas, taman kota, serta ruang publik lainya. Fasilitas pendidikan, ibadah, kesehatan serta pangan yang keseluruhanya terpadu serta terintegrasi hingga tingkat terbawah dengan sistem pengelolaan berbasis teknologi.

“Kami contohkan pada bidang pendidikan dan kesehatan, pelayanan di Denpasar semuanya telah terintegrasi, bahkan hingga tingkat desa/lurah, seperti halnya Damakesmas yang terintegrasi dengan Damapancana, serta mendukung maksimalknya program pendidikan dengan penyediaan bus sekolah,” kata Rai Mantra.

Rai Mantra berharap capaian ini tentunya dapat menjadi bekal positif dalam pembangunan kota yang berkelanjutan. Diharapkan pula dengan adanya indeks Kota Layak Huni ini menjadikan Denpasar sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat layak untuk dikunjungi.

“Tentu ini menjadi sebuah capaian yang diharapkan mampu mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra sembari menekankan bahwa kenyamanan ini juga dipengaruhi oleh kebersihan kota serta komitmen Denpasar dalam pengurangan sampah plastik melalui Perwali Nomor 36 tahun 2018. Dan yang lebih penting lagi mengenai prilaku masyarakatnya yang ramah, namun tetap bertumpu pada kearifan lokal,

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)