Digibank by DBS Tawarkan Tiga Fitur Unggulan

Melalui KTA Instan, persetujuan kredit diproses 60 detik

Berkomitmen mewujudkan Intelligent way of Banking, digibank by DBS Indonesia memperkaya fiturnya, yakni Kredit Tanpa Agunan (KTA) Instan hingga Rp 30 juta dengan proses persetujuan kurang dari satu menit.

Peluncuran fitur ini didasari oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut, terjadi kenaikan secara signifikan atas pengajuan pinjaman secara online untuk mendapatkan dana tunai sejak 2016 hingga 2017 sebesar 7x lipat.

“Melalui KTA Instan kami dapat menjangkau masyarakat lebih luas, di mana nasabah dapat mengajukan pinjaman hingga Rp 30 juta, kapan saja 24/7, di mana saja dan mendapat kepastian persetujuan dalam 60 detik,” kata Executive Director Head of Consumer Finance PT Bank DBS Indonesia, Sonja Kristianti.

Selain penambahan fitur KTA Instan, saat ini nasabah digibank by DBS dapat berinvestasi melalui fitur pembelian Surat Berharga Negara (e-SBN). Fitur ini memberikan kesempatan bagi nasabah yang ingin mengembangkan investasi mulai dari Rp1 juta hanya melalui aplikasi. Sonja pun berharap, melalui fitur ini nasabah secara tidak langsung turut mendukung program pemerataan pembangunan Indonesia oleh pemerintah yang memperoleh dana dari hasil penjualan SBN.

Digibank by DBS juga menghadirkan fitur Transfer Valas yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer valas bebas biaya ke lebih dari 20 negara dengan tujuh mata uang asing (US$, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP).

Senior Vice President, digibank partnership & distribution PT Bank DBS Indonesia, Neni Veronica mengatakan, bahwa jumlah remitansi non tunai pada tahun 2018 yang tercatat oleh Bank Indonesia telah mencapai 62%. Akan tetapi, pembayaran tersebut tidak menggunakan rekening pribadi, melainkan transaksi yang dititipkan melalui pihak ketiga.

“Kami memberikan akses terhadap masyarakat Indonesia untuk dapat lebih mudah dalam melakukan transaksi perbankan dengan mata uang asing ke luar negeri tanpa harus memikirkan biaya tambahan saat bertransaksi dan lamanya proses transfer valas tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, fitur e-SBN dan transfer valas yang dikembangkan ini berdasarkan hasil studi dan masukan nasabah, khususnya segmen affluent. Segmen affluent Indonesia menginginkan perangkat digital canggih untuk membantu pengelolaan portofolio keuangan.

“Berdasarkan data, keinginan segmen affluent Indonesia ini lebih tinggi dibandingkan dengan segment serupa di negara lainnya di Asia Pasifik,” tambah Neni.

Editor : Eav Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)