Digitalisasi Industri Properti Dorong Penerapan Strategi Pemasaran Omnichannel

Berkembangnya digitalisasi dan penetrasi internet di Indonesia yang kini telah mencapai 202,6 juta pengguna pada 2021 telah mendorong industri properti untuk beralih ke teknik pemasaran omnichannel yang mengedepankan kemudahan proses pencarian properti.

“Makin tereksposnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sendiri untuk para pengembang properti, penerapan omnichannel marketing memastikan bahwa pengalaman pelanggan tetap konsisten di semua channels, dengan menyatukan semua titik penjualan dengan satu narasi yang selaras dengan identitas brand itu sendiri,” ungkap Michael Ignetius Kauw, VP Corporate Sales  Lamudi.co.id. pada acara Bincang Properti: Strategi Omnichannel,  Kunci Gaet Next-Gen Property Buyers, Selasa (12/10). 

Omnichannel marketing menitikberatkan kepada implementasi strategi pemasaran yang mengkombinasikan penjualan secara online dan in-store yang terhubung dengan satu branding narasi yang konsisten dan bertujuan pada pengalaman konsumen dibandingkan mengedepankan kuantitas. 

“Kaum milenial dan generation Z menginginkan kemudahan dalam setiap proses perjalanan properti dari pencarian hingga pembelian. Demografi ini menginginkan kemudahan informasi dan tentunya adanya kesinambungan narasi antara penjualan online dan offline,” tambah Michael.

Meningkatnya preferensi para pengembang properti terhadap metode pemasaran hybrid(offline dan online) menunjukan bahwa industri properti tanah air makin terbuka terhadap penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanannya. Skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo, telah mengkategorikan industri real estat sebagai sektor ekonomi prioritas, penerapan strategi omnichannel dalam pemasaran properti menunjukan bahwa teknologi tidak semata-mata menggantikan pelaku industri properti melainkan mendukung perkembangan sektor itu sendiri. 

“Sebagai pelaku industry properti sudah semestinya kami beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Perlu ditekankan kepada seluruh developer Indonesia bahwa pemasaran online dan offlinebukanlah sebuah opsi melainkan sebuah keharusan,” imbuh Theresia Rustandi, Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI).

Acara Bincang Properti juga menggaris bawahi bahwa metode pemasaran online tidakakan menghapus pentingnya pemasaran yang selama ini dijalankan secara in-store. “Adanya peningkatan preferensi pengembang terhadap metode pemasaran online tidak akan menggantikan penjualan in-store yang sudah dijalankan selama ini. Justru pemasaran online harus berjalan seiringan dari penjualan offline untuk meningkatkan kepuasan generasi milenial dan generasi Z ini. Itulah esensi dari strategi omnichannel marketing,” ujar Albert Sanjaya, General Manager Cimanggis Golf Estate by Artha Graha Network.

Sebagai PropTech, Lamudi.co.id berupaya untuk terus mentransformasikan industri properti. Dalam 7 tahun berdirinya Lamudi.co.id di Indonesia, perusahaan terus perkuat posisinya di industri PropTech dengan menghadirkan solusi ujung ke ujung perjalanan kepemilikan properti yang diawali langkah online namun dengan touch and feel offlineLamudi.co.id juga hadirkan pengalaman hybrid melalui acara tahunannya Lamudi Property Fair (LPF) yang menghubungkan pencari properti dengan pengembang

secara langsung dan virtual. LPF ketiga  Lamudi.co.id akan diselenggarakan online pada 9 November hingga 19 Desember dan offline pada 6 Desember hingga 19 Desember di Grand Indonesia Shopping Mall.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)