Digitalisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Permata Bank

Digital merupakan sektor yang menjadi fokus PT Bank Permata dalam pengembangan bisnisnya sampai tengah tahun pertama ini. Perseroan mencatatkan peningkatan transaksi sebesar 200% (YoY) atau menjadi Rp937 juta pada Kuartal II/2021. Sebagaian besar peningkatan tersebut terjadi melalui kanal digital.

Salah satu strategi Bank Permata dalam memaksimalkan potensi lini digital adalah berkolaborasi dengan Indomaret lewat penyediaan akses tarik tunai di lebih dari 20 ribu lokasi di Indonesia. Selain itu, perseroan juga tengah getol dalam mengembangkan teknologi mobile banking super app PermataMobile X dan internet banking PermataNET, serta memperluas jangkauan Permata e-Business dan PermataQR di bidang Ritel dan UMKM.

Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PT Bank Permata mengatakan bahwa pihaknya membukukan peningkatan transaksi digital secara signifikan yang bersumber dari pengembangan inovasi teknologi. “Fokus kami untuk terus meningkatkan kinerja Bank melalui perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit yang sehat didukung oleh teknologi terdepan,” kata dia.

Selain melakukan inovasi digital secara internal, perseroan juga menguatkan pertumbuhan bisnis melalui kerjasama dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DKI Jaya & Sekitarnya dalam memfasilitasi teknologi perbankan melalui PermataAPI (Application Programming Interface). Sementara dari sisi trade financing, Permata Bank bekerjasama dengan Contour sebagai bank pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi blockchain. Hasilnya, pada bulan Mei 2021, Permata Bank Syariah meluncurkan The First Shariah API Solution untuk Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Layanan ini membuat LKS dapat melakukan transfer in & transfer out nasabahnya dari dan ke bank lain secara online.

Dari sisi kinerja bisnis, perseroan mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 34,8% (YoY) atau menjadi sebesar Rp212,9 triliun. Sementara, penyaluran kredit tumbuh sebesar 16,6% (YoY) menjadi Rp120,8 triliun. “Peningkatan tersebut didorong oleh segmen Wholesale Banking sebesar 39,8% YoY yang antara lain dikontribusikan dari penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020,” kata Lea Kusumawijaya, Direktur Keuangan PT Bank Permata. Pertumbuhan kredit juga didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 21,7% YoY di segmen ritel.

Pada kuartal II tahun 2021 ini, Bank juga mencatatkan pendapatan operasional sebesar Rp4,9 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 19,4% (YoY). Sementara angka Non-Performing Loan (NPL) gross dan NPL net di bulan Juni 2021 menjadi masing-masing sebesar 3,3% dan 1,2%.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
PermataBank

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)