Digitalisasi KAI Tingkatkan Omzet 232%

Memberikan target profit sejalan dengan pelayanan publik yang lebih baik dilakukan oleh wajah baru PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal ini menjadi bagian dari transformasi KAI untuk bisa maju dan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Excellence management for excellence service disertai inovasi menjadi bagian nilai yang dipegang KAI dalam menjalankan bisnis perusahaannya.

KAI terus membangun visi menjadi jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan dan memenuhi harapan stakeholders. Menurut Vice President Commercial Passenger Marketing PT Kereta Api Indonesia (Persero), Mungki Indriati Pratiwi, KAI juga membangun bisnis usaha penunjangnya untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholder dan kelestarian lingkungan berdasarkan empat pilar utama: Keselamatan, Ketepatan Waktu, Pelayanan, dan Kenyamanan.

Sementara itu, tiga fokus usaha KAI adalah angkutan penumpang, angkutan barang dan pengusahaan aset. “Flexibilitas didapatkan dari enam anak usaha yang mana masing-masing terkait. Pertama, PT Reska Multi Usaha yang terkait dengan pelayanan restorasi kereta api, PT KAI Commuter Jabodetabek untuk commuter line, PT KA logistik. PT Railink yang kaitannya dengan kereta api bandara, PT KA Pariwisata, dan PT KA Properti Manajemen,” ungkapnya.

Selain menyediakan kereta penumpang yang terdiri dari eksekutif, bisnis dan ekonomi, KAI juga menyediakan kereta luar biasa. Kereta ini untuk perjalanan menteri maupun presiden. “Saat ini kami mempunyai total 604 stasiun yang tersebar di Jawa (454 stasiun) dan Sumatera (150 stasiun). Tantangan yang dihadapi KAI adalah resourcing cost, marketing cost, massive product campaign, dan leverage brand awareness” ujarnya. Solusi yang menjawab tantangan tersebut salah satunya dengan cara e-marketing strategy.

Cara digitalisasi pemasaran diciptakan KAI untuk memberikan kemudahan bagi penumpang, efektivitas, dan efisiensi pada bisnis perusahaan. Beberapa bentuk digitalisasi yang dilakukan KAI antara lain ticketing system, pemesanan tiket online, penggunaan kartu integrasi (Railpay), dan kemudahan lainnya seperti pre-order meals, taksi dan porter. “Kami juga membuat digitalisasi untuk boarding penumpang dalam melakukan cetak boarding pass secara mandiri di mesin yang telah disediakan,” tambahnya.

Promosi juga dilakukan oleh KAI melalui media sosiaI untuk memberikan kecepatan penyampaian informasi sesuai target market digital. KAI juga menciptakan Boarding Pass Through Value (BPTV) dalam upaya peningkatan value boarding pass. BPTV dapat mempromosikan dan mereduksi biaya promosi minimal hingga Rp2,2 miliar per bulan. “Digitalisasi yang dilakukan KAI memberikan dampak dalam peningkatan pendapatan dan jumlah penumpang yang signifikan. Dari segi pendapatan dalam kurun 5 tahun memperoleh kenaikan 232%,” ungkap Mungki.

Inovasi yang dilakukan KAI berhasil meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam kaitannya sebagai penyedia jasa transportasi publik agar lebih aman, nyaman dan penuh manfaat. Selain itu terbukti efektif dan efisien meningkatkan kualitas pelayanan, kinerja pendapatan dan volume penumpang.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)