Digitalisasi Kawan Lama Group Lewat Ruparupa.com

CEO Ruparupa.com, Teresa Wibowo.

Lesunya kondisi makro ekonomi Indonesia  berpengaruh pada sejumlah industri, termasuk sektor ritel. Namun, perusahaan perlengkapan rumah tangga Ace dan Informa yang tergabung dalam Grup Kawan Lama mengaku justru kinerjanya positif. "We are on good trajectory untuk pencapaian target tahun ini. Sampai saat ini Ace sendiri pertumbuhannya mencapai 11% dari tahun lalu,” ungkap Teresa Wibowo, CEO ruparupa.com.

 

Menurut Teresa, menghadapi situasi ekonomi seperti ini orang akan lebih mengurangi intensitas berbelanja meski sebenarnya mereka memiliki dan untuk pengeluaran. Ace dan Informa berusaha untuk memancing masyarakat membeli dengan promosi dan inovasi produk. Membaca kebutuhan konsumen dengan melihat trend dan what’s happening di masyarakat senantiasa diakomodasi oleh mereka. “Basically, kami mencoba untuk menambah experience bagi customer di toko kami,” ujarnya.

Ace dan Informa bermain di middle up customer dengan menjual barang-barang yang sangat affordable. Mereka menyediakan barang dari kualitas terbaik sampai yang standar. Pergeseran pola pembelian barang tidak banyak berubah karena produk yang mereka butuhkan tergantung dengan social life mereka, bukan karena krisis moneter.

Menurutnya, Ace dan Informa berusaha menyediakan barang-barang yang affordable dengan tidak mematok harga yang tinggi karena ekonomi  sedang lesu dan tidak akan menurunkan harga karena daya serap masyarakat yang rendah.

Ace dan Informa mencoba melihat pasar untuk menumbuhkan penjualan  seperti melihat demam traveling dan coffee. Untuk itu, mulai mencoba bermain dengan menjual kebutuhan travel seperti koper dan coffee stuff. Selain itu tren hidup sehat, Ace dan Informa menjual yoga mat, sepeda, dan juicer, juga alat-alat masak.

Masuk ke era digital ini, Ace telah meluncurkan AcE Hardware Apps di akhir tahun 2016. Melalui apps tersebut, pengunjung bisa melihat produk-produk terbaru, promo yang sedang diberikan, poin, reward, lewat gawai mereka. Saat ini Ace Hardware Apps telah memiliki 1 juta lebih member. Ini menjadi salah satu inovasi konkret yang diwujudkan untuk merambah era digital.

Perkembangan e-commerce juga dijawab dengan meluncurkan situs jual-beli dalam naungan PT Kawan Lama bernama Ruparupa.com. “Di sana kami menjual produk-produk Kawan Lama yang terdiri dari barang Ace, Informa, dan Toys Kids. Selain itu, menjual barang-barang market place lain, di luar Kawan Lama,” jelas Teresa. Hal ini dilakukan untuk memberikan solusi yang lengkap pada para customer, tidak seperti store yang sales space-nya terbatas.

Hingga saat ini telah bergabung puluhan brand dalam Ruparupa.com, salah satunya Philips. Di sini juga menjual barang-barang yang belum dijual di Ace. Ruparupa.com juga mengaja Small Medium Enterprise (SME) yang dulunya hanya menjual produknya melalui Instagram, untuk mendapat kesempatan menjual produknya.

Hingga saat ini jumlahnya sebesar 10% dari total produk, meliputi produk home living, otomotif, lifestyle, kesehatan, olahraga, elektronik, dan peralatan bayi. Adanya e-commerce ini memberikan kenaikan yang cukup sedikit pada sisi penjualan, masih di bawah 1%, mengingat Kawan Lama Group baru memulainya 1 tahun belakangan ini.

“Kami melihat ini merupakan tren yang ke depannya akan berkembang. Maka dari itu kita lebih banyak menonjolkan dan memperbanyak promosi untuk menarik costumer berbelanja di ruparupa.com. Kami memiliki membership yang cukup besar di Kawan Lama, kami mencoba mengundang mereka untuk berberbelanja di Ruparupa.com.,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu 2 tahun, AcE menambahkan 11 toko di seluruh Indonesia. Tahun 2015 ada 5 store dan 2016 ada 6 store. Store paling jauh yang telah di bangun Ace berada di Kupang, Nusa Tenggara Barat. Sampai saat ini Ace telah memiliki 132 store, Informa 64 store, dan Toys Kingdom 6 store.

Target ke depannya akan ada 15-18 store lagi untuk ACE dan 6 store Informa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perkakas hunian. Langkah Informa yang telah dilakukan yaitu dengan meluncurkan kebutuhan satu sub brand baru yang diberi nama “Informa Custome Furniture”. Melalui sub brand ini, customer dapat mendesain sendiri furniture yang diinginkan. Hal ini untuk menjawab kebutuhan pasar. “Saat ini baru tersedia 1 store dan rencananya akan ada penambahan lagi di Jakarta,” tambah Teresa.  Kawan Lama Group still investing di online dan offline. Penjualan secara offline masih dibutuhkan karena Indonesia sangat luas dan itu memberikan kesempatan untuk membuka gerai baru.

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)