Digitaraya Berikan Program Akselerator untuk 8 Startup Kecil

Ekosistem startup Indonesia sedang tumbuh secara pesat. Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, memprediksi Indonesia akan memiliki lebih dari lima ‘unicorn’ startup di tahun 2019. Namun, tidak banyak diketahui bahwa kesenjangan antara startup terkemuka dengan startup kecil pun semakin membesar setiap harinya. Sebagian besar startup di Indonesia kesulitan untuk melampaui tahap product-market fit.

“Hal ini disebabkan kurangnya kisah sukses dalam ekosistem startup yang sedang berkembang di Indonesia, baik Initial Public Offering (IPO) maupun akuisisi. Sehingga tidak banyak jumlah mentor dan penasihat berpengalaman yang mengerti metodologi untuk melewati product-market fit,” ujar Alyssa Maharani, Head of Startup Relations Digitaraya.

Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, Digitaraya berpartner dengan Google Developers Launchpad membuat sebuah program yang menggabungkan startup tahap awal terbaik di Indonesia saat ini dengan sumber daya terbaik Google. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah startup di Indonesia yang mencapai product-market fit, Digitaraya mengadopsi konsep design sprints pada minggu pertama bootcamp untuk membantu para tim memvalidasi solusi yang telah mereka rancang di dunia nyata.

Melalui konsep ini, lanjut Alyssa, partisipan akan memiliki keuntungan dari mentoring dan bertemu dengan investor secara langsung, serta memperoleh umpan balik secara cepat dari hasil tiap iterasi mereka. “Kami memilih format ini karena cara terbaik untuk memperoleh product-market fit dari level prototype, perusahaan butuh mempelajari bagaimana caranya untuk melakukan iterasi berkelanjutan secara cepat,” ujarnya.

Angkatan pertama program ini terdiri dari delapan startup yang sedang naik daun yang berfokus pada enam sektor berbeda di Indonesia, antara lain pendidikan, logistik, kesehatan, dan fintech. Delapan startup tersebut adalah:

1. Arkademy (pendidikan), platform yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas siswa SMK teknologi informasi untuk memenuhi standar industri.

2. Modal Rakyat (fintech), pinjaman peer-to-peer (P2P) untuk pasar pedesaan melalui agen.

3. Reblood (kesehatan), aplikasi seluler sebagai platform donor darah bagi milenial dan pengguna seluler.

4. Neurosensum (teknologi informasi), platform penelitian konsumen berbasis teknologi dalam neurosains dan analisis sensori.

5. KiniBisa (pendidikan), situs yang menyediakan materi dan informasi pendidikan berkualitas, untuk mewujudkan generasi yang kompeten.

6. Riliv (kesehatan), aplikasi pengiriman pesan yang menjadi perantara antara seseorang dengan psikolog yang akan membantu mereka menemukan solusi terhadap masalah kehidupan.

7. Gelora Olahraga Asia (teknologi informasi), platform untuk menemukan lokasi dan teman berolahraga.

8. Expedito (logistik), pengiriman luar negeri dengan dukungan kurir ekspres terbaik di dunia.

Dalam bootcamp yang telah diselenggarakan dari 6 sampai 10 Agustus 2018 menghadirkan jajaran pembicara utama termasuk para ahli dari berbagai sektor, seperti Rudiantara sebagai Menkominfo, Yasa Singgih sebagai CEO Men’s Republic dan Rene Suhardono sebagai founder Impact Factory. Selain itu, para mentor terdiri dari CEO dan eksekutif terbaik dari berbagai startup dan perusahaan terkemuka di Indonesia saat ini, termasuk Andy Fajar (Kulina), Edward Widjanarko (Cicil), Brian Marshal (Sirclo), Irzan Raditya (Kata.ai), Andreas Sanjaya (iGrow), Vishnukari Mahmud (Ogilvy), dan Jaka Wiradisuria (Gojek).

Marcus Foon, Program Manager untuk Developer Relations & Ecosystem SEA di Google, mengatakan, kemitraan “Powered by Launchpad” akan memberdayakan Digitaraya untuk membawa lebih banyak startup pada keberhasilan. “Program Launchpad ini bertujuan untuk membantu percepatan startup, belajar dari berbagai industri yang telah kami bantu selama ini," ujarnya.

Program akselerator ini akan berlangsung selama tiga bulan, diisi dengan mentoring dan iterasi, dan diakhiri dengan Demo Day pada 1 November 2018 mendatang. Partisipan akan mempresentasikan hasil dari akselerasi mereka selama mengikuti program ini. Melalui kolaborasi dengan Google Developers Launchpad, Digitaraya dan Indonesia akan bergabung dengan jaringan akselerator independen terbaik di Amerika Latin, Afrika, Eropa, dan Asia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)