Digkontrol Hadirkan Solusi Bisnis Logistik dan Transportasi

Kanan: CEO DIgkontrol, Marlina.

Di era industri 4.0, bisnis harus bertransformasi, salah satunya melalui transformasi digital. Ke depan, aplikasi online dan real time diprediksi akan menjadi tren dan berkembang. Di era digital dan globalisasi, bisnis proses dan tersedianya informasi harus tepat waktu dan serba online.

Di bidang pengoperasian armada seperti angkutan barang (logistic),
angkutan penumpang (transportasi), dan armada operasional, sejauh ini belum tersedia aplikasi yang spesifik melakukan kontrol pada bisnis proses pengoperasian armada yang dilakukan tiga fungsi (sopir, admin dan workshop). Yang banyak tersedia untuk industri adalah fleet management dengan implementasi secara internal.

Munculnya aplikasi Digikontrol memungkinkan industri yang bergerak dalam pengoperasian armada terutama logistik untuk mengurangi biaya
dan memaksimalkan hasil bisnis. DigKontrol memberikan kontrol online dan real time pada bisnis proses dengan mengcapture bisnis proses sehari-hari yang dijalankan oleh tiga fungsi utama yaitu admin, sopir dan workshop.

“Keunggulan aplikasi DigKontrol adalah kemampuan memaksimalkan aset tidak hanya aset armada namun juga aset kas, revenue, receivable dan bahkan dalam skala tertentu yaitu aset manusianya,” jelas Marlina, CEO
DigKontrol, pada Media Launching DigKontrol di Jakarta (18/12).

Online dan real time saling berkesinambungan dengan
bisnis proses untuk menghasilkan revenue dan cash. Bahkan fungsi manusia yang menjalankan bisnis proses tersebut juga tidak kalah penting. Tambahan keuntungan lain adalah sistem yang ditawarkan DigKontrol siap pakai sehingga perusahaan tidak memerlukan alokasi waktu,  tenaga dan biaya untuk investasi/implementasi. 

Digkontrol memiliki tagline 'Bisnis jadi Ngegas’. Artinya, dengan
kontrol pada bisnis proses secara online dan realtime maka bisnis
terkonsolidasi dan bersinergi sehingga membuat bisnis mengalami akselerasi.

DigKontrol juga akan terus mengupdate inovasi terbaik bagi pengguna aplikasi ini. Salah satunya adalah tambahan analisa biaya lain pada
fitur baru DigKontrol yang rencananya akan diimplementasikan tahun 2020.

"DigKontrol menawarkan optimalisasi revenue karena adannya pengalokasian order online kepada sopir sehingga armada bisa terutilisasi maksimal dan data omzet bisa didapatkan real time. Bahkan DigKontrol memberikan analisa profit and loss per armada sehingga mengkonsolidasikan pengefisiensian biaya dan pemaksimalan revenue," tambah Marlina.

Digkontrol mengklaim tidak ada biaya awal. Yang ada yaitu biaya
penggunaan yang sangat rendah, itupun setelah masa free trial berakhir. Hal ini menunjukkan target dan komitmen Digkontrol yaitu memaksimalkan logistik UMKM.

Pengguna tinggal mengunduh aplikasi di Google Playstore maupun website. Model kerja sama pun sangat suportif, fleksibel dan  terjangkau. Setelah masa free trial selesai maka untuk penggunaan selanjutnya dikenakan biaya Rp79 ribu/bulan per user di mana dibayarkan per 3 bulan.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Digkontrol

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)