Docquity Bermitra dengan Kemenkes Rekrut Hingga 800 Dokter

Ilustrasi Docquity. (dok. zuelligpharma.com)

Tenaga kesehatan semakin dibutuhkan berbagai rumah sakit di Indonesia sejak COVID-19 merebak pada Maret. Docquity, jaringan profesional terbesar untuk kalangan dokter di Asia Tenggara ikut mengatasi tantangan ini dan bermitra dengan Kementerian Kesehatan Indonesia. Docquity akan membantu rekrutmen dan pelatihan para relawan yang terdiri atas tenaga kesehatan melalui berbagai kursus, perkuliahan, webinar, serta peragaan oleh pakar kedokteran senior.

Pada 19 Maret, Kementerian Kesehatan bermitra dengan Docquity dan meresmikan Docquity sebagai anggota Aliansi Telemedika Indonesia (Atensi). Selain bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Docquity juga menjalin kolaborasi bersama sejumlah rumah sakit yang menangani pasien COVID-19. Docquity ikut mendaftarkan dan merekrut dokter-dokter umum dan spesialis dari beragam provinsi di Indonesia untuk menangani pandemi tersebut. Lebih dari 800 dokter telah terdaftar lewat Docquity, dan sebagian besar tengah ditugaskan sementara di rumah sakit khusus COVID-19 di Kemayoran, Jakarta.

Ketua PP Perdatin (Pusat Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia), termasuk salah satu dari pelatih dan dosen senior yang memberikan pendidikan dan pengembangan pada platform Docquity, dan berkata, salah satu dari inti pelatihan ialah menjaga dan mencegah agar kondisi pasien tidak bertambah buruk, khususnya bagi pasien kritis. Langkah tersebut penting untuk kalangan dokter yang kelak menangani para pasien yang telah berada dalam fase kritis akibat COVID-19.

Kerja sama dan dukungan dari Kementerian Kesehatan serta PBIDI sangat berguna untuk menjamin pengembangan keahlian dalam merawat dan membantu para pasien COVID-19. "Kami mengadakan hampir dua hingga tiga  sesi pelatihan dan praktik lewat media digital setiap hari yang melibatkan praktisi kedokteran. Dengan demikian, para relawan dari kalangan praktisi kedokteran bisa menjalani pelatihan dan memperoleh informasi terbaru setiap hari. Lebih lagi, para dokter senior dapat membagikan kabar terbaru kepada komunitas kedokteran tentang perkembangan kasus COVID-19," ujar Amit Vithal, co-founder Docquity.

Terbentuk pada 2015, Docquity ialah jaringan profesional terbesar untuk kalangan dokter di Asia Tenggara. Platform ini mencakup lebih dari 200.000 dokter di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Khusus di Indonesia, lebih dari 85.000 dokter telah menjadi pengguna aktif platform Docquity.

Lewat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Docquity telah mengadakan 30 program khusus yang melibatkan para tenaga kesehatan, termasuk kalangan dokter, perawat, dan mahasiswa kedokteran. Semuanya bekerja di garis depan dalam pemberantasan COVID-19.

"Pandemi COVID-10 termasuk kondisi luar biasa yang membutuhkan pendidikan lanjutan untuk para dokter. Mereka ialah pahlawan kita. Docquity memanfaatkan kekuatan jaringan dokter untuk terus berinovasi demi membantu para pahlawan tersebut dalam pemberantasan virus di Indonesia dan seluruh kawasan Asia Tenggara." kata Amit.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)