Doku Targetkan Pertumbuhan Hingga 40 Persen

Kemenkominfo memprediksikan pada 2020 nilai transaksi online akan mencapai US$ 130 miliar. Namun, tingginya transaksi e-commerce tidak diimbangi dengan jumlah akun bank dan kartu kredit. Data Bank Dunia pada 2014 hanya 36 persen orang dewasa yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal, dari angka itu hanya 27 persen yang memiliki tabungan dan 13 persen meminjam di lembaga keuangan formal. Kondisi ini tentu tidak mendukung perkembangan e-commerce di sini.

Kehadiran Doku e-Wallet bisa menjadi solusi kondisi ini dengan kemudahan yang ditawarkan. Mulai dari sekedar beli jajanan, beli pulsa, bayar tagihan, investasi, transfer uang dan transaksi finansial lainnya. Pengguna pun tidak perlu lagi dibuat repot oleh pembukaan rekening bank yang memakan waktu dan biaya karena transaksi cukup dilakukan dengan menggunakan smartphone dan akun Doku.

“Doku hadir untuk membantu konsumen mengelola pengeluaran rutin bulanan dan juga mempermudah akses pembayaran ketika mereka hendak berbelanja online. Kami berharap hal ini dapat membantu masyarakat untuk lebih pintar dan bijak dalam mengatur pengeluaran rutin mereka,” ungkap Himelda Renuat, Chief Marketing Officer Doku.

Dari sisi merchant, Doku memiliki visi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penjualan melalui teknologi. Doku berharap dapat membantu para merchant untuk mengembangkan bisnisnya dengan menjangkau konsumen-konsumen baru yang selama ini tak terjangkau karena tidak mempunyai akses bank.

Doku juga terus melakukan penciptaan pasar dengan menghadirkan terobosan-terobosan baru sebagai upaya untuk terus memperluas ekosistem “cashless society”. Mulai dari merangkul komunitas Al-Azhar, MPM Honda, Majelis Rasulullah, komunitas developer, hingga mulai secara rutin menggelar KOPDAR untuk komunitas pengguna setia Doku.

“Selain memperluas penciptaan pasar, yang terbaru Dokujuga memberikan fasilitas peer to peer landing kepada para merchant, konsumen pengguna e-Wallet DOKU dan bahkan staff Doku, melalui program #PinjamDOKU. Program hasil kerjasama dengan Koinworks ini bertujuan memudahkan merchant, konsumen dan staff Doku dalam mendapatkan pinjaman modal untuk pendanaan bisnis maupun untuk kebutuhan pribadi,” ujar Himelda.

Saat ini, Doku telah digunakan di lebih dari 25 ribu merchant mulai dari segmen korporat, UKM, startup, hingga online seller perorangan. "Penggunanya sudah mencapai 1,6 juta," imbuhnya. Selain dapat diakses melalui web, dompet digital Doku dapat dengan mudah dipakai dalam bentuk aplikasi dan dapat diunduh di Google Play Store dan juga App Store.Pada kuartal pertama tahun ini Doku mencatat pertumbuhan bisnis 68 persen. Ditargetkan setiap tahun Doku bisa tumbuh 30-40 persen.

Untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan, Doku meluncurkan program menarik bagi pengguna setianya yaitu KETUPAT DOKU (Kejutan Top Up dan Transaksi Doku). Program ini menawarkan promo khusus bagi pengguna yang gemar berbelanja online dan bersosial media. Untuk promo belanja online diberi nama DIORAMA (Diskon Online Ramadhan) DOKU yang telah dimulai sejak 7 Juni dan akan berakhir 21 Juni nanti. Sedangkan untuk kegiatan kuis dan kompetisi sosial media diberi nama THR Doku (Tiap Hari Rejeki).

Promo Diorama hanya berlaku untuk transaksi menggunakan Doku e-Wallet di merchant yang terkait dengan program DIORAMA. Potongan kode promo akan diberikan secara langsung mulai Rp 25 ribu sampai Rp500 ribu.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)