Dompet Dhuafa Targetkan Penghimpunan Dana Rp 208 Miliar

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi (kanan)

Mendekati Ramadhan, lembaga sosial Dompet Dhuafa mulai giat menghimbau masyarakat untuk senantiasa berbagi. Dompet Dhuafa pun menargetkan penghimpunan dana sampai akhir tahun Rp 208 miliar.

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, menyampaikan, Ramadhan menjadi momen penting untuk masyarakat Indonesia karena di bulan suci tersebut orang akan berlomba-lomba untuk berbagi. Dia mengaku, setiap Ramadhan Dompet Dhuafa mendapatkan dana hampir 10 kali lipat dari bulan-bulan lainnya. “Ramadhan ini kami targetkan Rp150-200 miliar,” katanya.

Lanjut Yuli, saat ini kesadaran untuk berbagi juga mulai tumbuh di kalangan generasi muda atau milenial. Oleh karena itu, pihaknya mulai gencar membuat program yang cocok untuk milenial salah satunya melaui program “Jangan Takut Berbagi”.

Dalam menyebarkan program ini, Dompet Dhuafa menggandeng Hepi.Inc sebagai mitra konsultan komunikasi. “Kami sadar tidak bisa melakukan ini sendirian, kami juga tidak ingin masuk surga sendirian, kalau kita bersama-sama tentu akan semakin banyak orang yang terbantu,” ujar Yuli.

Menurut CEO Hepi.Inc, Aninditya Kumala Aprilia mengatakan, pergeseran gaya hidup terjadi pada generasi milenial yang sebelumnya cenderung memiliki barang, maka generasi sekarang memilih untuk berbagi dan mencari makna hidup.

Dengan tema kindness is the new lifestyle giving, Hepi.lnc bersama Dompet Dhuafa ingin menginspirasi masyarakat Indonesia terutama generasi milienial untuk menjadikan kebiasaan senang berbagi sebagai bagian dari gaya hidup masa kini.

“Namanya kebaikan itu adalah menciptakan kebahagiaan untuk orang lain. Adanya kolaborasi ini harapannya lebih banyak lagi orang yang bisa kita buat bahagia,” katanya.

Adapun program yang akan dilakukan seperti Cuti Berbagi, di mana karyawan akan cuti bersama untuk melakukan kegiatan sosial seperti menjadi volunteer bencana alam. Untuk sosial media, program ini mengajak masyarakat untuk melaporkan kondisi-kondisi yang ada di sekitar mereka dengan hashtag #KolaborasiHepi.

“Misalkan dia melihat ada panti asuhan yang mau roboh, dia tinggal posting foto dan mention ke @hepi.inc, Dear Hepi.Inc dekat rumahku ada kondisi seperti itu. Nanti kita bantu,” tambah Aninditya.

Di Dompet Dhuafa, 60% pembayar dana adalah anak-anak milenial dengan usia 18-30 tahun. “Anak-anak muda sekarang itu sudah mulai berbagi, walaupun angkanya belum besar sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta,” tambah Yuli.

Sementara itu, pemerintah menyebut di Indonesia potensi dana zakat mencapai Rp 1,3 triliun. Namun, saat ini dana yang terhimpun oleh lembaga zakat baru menyentuh angka Rp 500 miliar.

“Dompet Dhuafa tahun lalu berhasil mengumpulkan dana Rp 212 miliar, dan sampai Maret 2019 berhasil menghimpun dana Rp 68 miliar,” kata Yuli.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)