Dorong Budaya Investasi dan Wirausaha, BCA Akan Gelar IKF 2019

Peneliti dan pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan, saat ini adalah eranya kolaborasi untuk bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Kolaborasi yang solid antara pemerintah, komunitas, universitas dan perintis usaha akan menciptakan ekosistem yang membuat semua keterbatasan terbuka serta didukung dengan kemajuan teknologi. “Jadi bonus demografi yang saat in dimiliki Indonesia bisa di-produktifkan, kolaborasi itu membuka akses, itu adalah salah satu masalah yang membuat Indonesia terlambat selama ini,” ungkapnya.

Hal inilah yang kemudian ditangkap oleh BCA dan dituangkan dalam tema event tahunan Indonesia Knowledge Forum (IKF) yang ke-8 pada 8-9 Oktober 2019 mendatang. IKF VIII akan mengusung tema “Capital Culture – Nurturing Mindset for The Next Era of Capital Culture”.

Komisaris Independen BCA, Cyrillus Harinowo juga sepakat dengan yang disampaikan Fithra, bahwa kolaborasi itu akan mempercepat salah satu cita-cita besar BCA yakni literasi keuangan bagi semua kalangan masyarakat. “BCA sudah punya Laku BCA, ini adalah semacam branchless banking, yang masuk hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Harinowo menambahkan, BCA dengan aktif memberikan edukasi literasi keuangan kepada agen Laku BCA yang tidak lain adalah masyarakat desa itu sendiri. “Jadi saya setuju bahwa teknologi dan kolaborasi akan membuat ekonomi tumbuh cepat,” ujarnya.

Harinowo menambahkan,
salah satu cara untuk meningkatkan literasi keuangan dan mempercepat
implementasinya di masyarakat Indonesia adalah melalui inovasi baik
digital maupun non digital. Setiap tahun, IKF didorong untuk
memberikan inspirasi agar setiap partisipan memiliki ide, inisiatif,
inovasi, dan kreativitas dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
saat ini untuk menjadi wirausaha.

Sementara itu, Senior VP Learning and Development BCA, Alrianto Djunaidi, menjelaskan, “Melalui IKF VIII, kami ingin memberikan inspirasi kepada semua masyarakat bahwa berinvestasi dan membangun usaha rintisan saat ini semakin dipermudah oleh kemajuan teknologi dan penetrasi internet,”

Menurutnya, banyak tokoh sukses dari tren usha rintisan saat ini akan menjadi pembicara pada IKF VIII sehingga melalui sharing tersebut, masyarakat mendapat wawasan dan inspirasi untuk mengelola investasi dan usaha rintisannya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. IKF VIII ini nantinya akan diisi oleh 32 pembicara dari berbagai kalangan, mulai dari wirausaha muda, korporasi, pemerintah, akademisi dan komunitas.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)