Drone Frogs Indonesia, dari Bantul untuk Indonesia

Drone Sekar SL 10 (Foto: Gigin W Utomo)

Abdul Halim Muslih, selaku orang nomor satu di Kabupaten Bantul, merasa surprise dan memberikan apresiasi yang luar biasa. Hal itu terjadi saat dia berkunjung ke PT Frogs  Indonesia. Ini adalah sebuah perusahaan start up yang secara khusus memproduksi pesawat tanpa awak alias drone. “Selama ini Bantul dikenal sebagai sentra industri kreatif berbasis kriya, sekarang tambah industri berbasis inovasi teknologi,” kata Bupati Abdul Halim Muslih.

Wajar rasanya  bila bupati memberikan apresiasi. Karena perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Bantul, tepatnya di dusun Mail, Bangunharjo, Sewon tersebut adalah satu-satunya produsen drone yang ada di dalam negeri. “Saya merasa bangga dan memberikan dukungan agar perusahaan ini bisa terus berkembang,” kata Bupati.

Menurut Abdul Halim Muslih, pihaknya mendukung penuh perusahaan berbasis teknologi tersebut karena sebagian besar pekerjannya orang lokal, tak satupun melibatkan pekerja asing. “Apalagi produk drone yang mereka hasilkan sangat bermanfaat untuk berbagai macam tujuan” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa ada kemungkinan Pemda Bantul akan menjalin kerjasama dengan Frogs Indonesia untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan. Perlu diketahui, Bantul merupakan salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai kawasan food estate oleh pemerintah pusat. “Kami akan mencoba penggunaan drone untuk proses pemupukan padi dalam program food estate,” ujar bupati.

Sekadar informasi, Frogs Indonesia yang dirintis sejak tiga tahun lalu ini, memproduksi berbagai macam drone. Setidaknya ada empat jenis drone, antara lain, spraying drone, cargo drone, passenger drone, dan surveillance drone.

Spraying drone merupakan drone khusus untuk penyemprotan pupuk melalui udara, yang bisa diaplikasikan di sawah datar maupun area perkebunan yang berbukit. Lalu, surveillance drone digunakan berbagai kebutuhan pemetaan. Cargo drone untuk pengangkutan barang, sedangkan passenger drone merupakan transportasi udara untuk manusia dalam jarak dekat.

Dari keempat produk pesawat nir awak tersebut, ada dua jenis yang saat ini banyak dipesan, yakni surveillance drone dan spraying drone.  Untuk cargo drone dan passenger drone, masih masih tahap uji coba sambil menunggu perangkat hukum yang memungkinkan penggunaan drone untuk angkutan manusia. 

Dede Satriya Maulana, Manajer Bisnis Frogs Indonesia

Saat ini, mereka sedang merampungkan pesanan dari beberapa berusahaan agro industri yang mulai alih teknologi untuk proses budidaya tanaman. “ Beberapa Pemerintah daerah dan perusahaan perkebunan sudah menggunakan drone dari kami,” Kata Dede Satriya Maulana, Manajer Bisnis Frogs Indonesia kepada SWA.

Menurut Dede Satriya Maulana, spraying drone memiliki pasar yang cukup bagus di dalam negeri. Dari berbagai uji coba di lapangan, pesawat ini terbukti efektif untuk pemupukan melalui udara di berbagai medan, baik yang datar maupun berbukit.

Sekar Agri 10 L adalah  produk andalan Frogs Indonesia. Ini adalah drone pertama dan satu-satunya produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) 27,5 % dari Kementrian Perindustrian.

Sekar Agri 10 L banyak dipesan oleh perusahaan perkebunan karena terbukti efektif untuk digunakan di lahan yang luas. Saat ini sudah digunakan kebun teh, kopi, sawit dan lainnya.  Drone ini memiliki kapasitas 10 dan 20 liter.  “Sinar Mas merupakan salah satu perusahaan  yang sudah menggunakan drone produk kami,” kata Alumni STTA Jogya tersebut.

Frogs Indonesia mengaku siap bersaing dengan produk drone luar negeri, seperti dari China yang saat ini menjadi salah satu produsen utama drone di dunia. Untuk produk tertentu bahkan bersaing secara head to head. “Banyak keunggulan yang kami miliki dibandingkan dengan produk China,” kata pria yang akrab disapa Dede tersebut.

Menurut Dede, salah satu keunggulan yang dimilikinya adalah bisa melayani produk drone yang dipesan secara custom oleh konsumen. “Kami mendesain dari awal sampai memproduksinya menjadi pesawat yang siap pakai,” ucap Dede.

Keunggulan komparatif lain yang dimiliki adalah jaminan layanan purna jual yang lebih bagus. Frogs Indonesia menjamin akan memberikan garansi penuh untuk setiap kerusakan. “Yang pasti ini produk dalam negeri sehingga bila ada kerusakan kami jamin cepat tertangani, sementara produk kompetitor sering harus dibawa ke pabriknya di luar negeri,” tandas Dede.

Frogs Indonesia dijalankan anak-anak muda yang memang kompeten di bidangnya. Saat ini, ada  20 personel yang tergabung, mereka rata-rata masih freshgraduate yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jogja, seperti UGM, UNY, Universitas Amikom dan STTA. “Mereka memiliki latar belakang teknik informatika, sementara saya sendiri di teknik pesawat,” ungkapnya.

Setelah sukses menggarap pasar agroindustri, Frogs Indonesia kini sedang merancang penggunaan drone untuk pekerjaan cleaning service. Lebih spesialis untuk perawatan gedung tinggi, khususnya untuk pembersihan kaca. “Drone akan menggantikan kerjaan manusia dan gondola,” katanya.

Pendiri perusahaan tanpa awak ini, ternyata Asro Nasiri, ahli pesawat terbang yang pernah bekerja di PT Dirgantara Indonesia ( PT DI). Setelah mundur dari PT DI, dia mengajar di Univesitas Amikom dan memegang program inkubasi bisnis untuk melahirlkan start up dari kalangan mahasiswa. “Idenya dari mahasiswa Amikom yang bikin drone, lalu kami kembangkan menjadi bisnis, Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus,” kata Asro Nasirin yang menjabat sebagai CEO Frogs Indonesia.

Asro Nasirin optimistis, drone memiliki pasar yang cerah. Ia bersyukur makin banyak perusahaan yang bergerak di agroindustri yang mulai memanfaat drone karena terbukti efektif dan tangguh di segala medan.  “Yang pasti dengan drone pekerjaan lebih cepat,” tutur Asro Nasirin kepada SWA.

Diyakinkan oleh Asro Nasirin, penggunaan drone untuk pertanian dan perkebunan dalam proses perawatan tanaman dijamin lebih ekonomis dibandingkan dengan tenaga manusia. “Karena itulah kini banyak yang mulai beralih menggunakan drone,” tuturnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)