DSS Optimalkan Potensi Desa dengan Rumah Sahabat Desa

Konferensi pers Rumah Sahabat Desa yang dihadiri jajaran manajemen PT DSS. (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

PT Danarta Saudara Sejahtera (DSS), sebagai mitra operator program Laku Pandai dari Bank Central Asia (BCA) mendirikan Rumah Sahabat Desa (RSD) di pedesaan untuk menjadi wadah bagi masyarakat dalam berkegiatan ekonomi sekaligus edukasi literasi keuangan. Rumah Sahabat Desa merupakan inovator penyedia penyuluhan pengelolaan keuangan dan peluang keagenan untuk program Laku Pandai di pedesaan yang digalakkan oleh OJK.

Menurut Direktur PT Danarta Saudara Sejahtera, Teguh Aaron Muir Hendrata melalui RSD masyarakat desa bakal menerima berbagai akses yang mereka butuhkan baik dalam segi ekonomi maupun sosial. Saat ini jangkauan RSD sudah tersebar di 12 kabupaten di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jogjakarta.

Aaron menegaskan, DSS akan terus mendukung program ini hingga berkembang di beberapa wilayah desa lainnya. ”RSD ada untuk semakin membuka akses dari kota ke desa dan sebaliknya. RSD senantiasa mendukung kegiatan ekonomi, sosial dan budaya di desa agar terus bertumbuh dan harapannya lebih cepat,” ujar Aaron.

Dalam waktu dekat, RSD juga akan hadir dalam bentuk digital agar bisa memberikan akses lebih luas untuk masyarakat desa maupun untuk masyarakat kota yang ingin terhubung dengan desa. Saat ini Rumah Sahabat Desa sudah memiliki dua aplikasi yang siap digunakan yakni Orkes sebagai uang elektronik untuk bertransaksi dan Warung Desa sebagai marketplace e-commerce hasil produksi dari desa.

Perjalanan PT DSS hingga sekarang yakni terdapat 1.173 agen PT DSS dengan 37 ribu nasabah. Serta pertumbuhan dana yang dihimpun sekitar Rp 1 – 1,5 miliar per bulan.

Aaron juga mengundang banyak pihak untuk bisa berkolaborasi bersama pihaknya untuk bisa terus mengembangkan RSD. Ia mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah untuk mengembangkan potensi desa. Inisiatif tersebut harus didukung dengan sinergi berbagai pihak agar bisa lebih progresif.

“Swasta juga harus didorong untuk berinvestasi di desa, untuk tidak ragu membangun pondasi yang kuat untuk mendukung kegiatan di desa. Untuk swasta sendiri, saya percaya tidak hanya soal menjual produk dan jasa mereka, tetapi juga soal mendapatkan sumber daya untuk kepentingan produksi barang dan jasa mereka,” ungkap Aaron.

Pada kesempatan yang sama, menurut pengamat ekonomi Cyrillus Harinowo, infrastruktur desa saat ini memang tengah gencar dibangun oleh pemerintah. “Swasta dan pemerintah harus lebih banyak menyentuh desa dengan sudut pandang berkelanjutan juga harus saling berkolaborasi. Swasta harus banyak berperan karena desa yang maju tidak hanya bermanfaat bagi desa tersebut. Contoh bagi swasta, desa adalah pasar potensial, ini mungkin saat ini jarang menjadi perhatian,” imbuh Cyrillus.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)