Dua Jurus Tiga Roda agar Dicintai Konsumen

Sukses mempertahankan merek hingga 46 tahun, Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) terus melakukan inovasi membangun brand untuk meningkatkan dan memelihara loyalitas konsumen.

Dalam acara webinar bertajuk 'Brand Revival : Kebangkitan Merek-merek Terbaik di Era Bisnis Baru', yang merupakan rangkaian dari Indonesia Best Brand Awarding 2021 dari Majalah SWA dan Mars Digital, Christian Kartawijaya Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) mengungapkan bahwa membangun merek adalah kunci sukses perusahaan.

Menurutnya, di dalam era pandemic ini merek harus menjadi revelan di tengah masyarakat ketika mobilitasnya terbatas. Ia menyebutkan tantangannya adalah agility, bagaimana perusahaan memelihara loyalitas konsumen selama pandemic. “oleh karena itu kami harus terus berinovasi, dan membangun kreativitas untuk brand promotion melalui dunia digital, sehingga kehadiran kami terasa oleh konsumen,” jelasnya.

Menghadapi situasi tersebut, perusahaan meluncurkan dua strategi agar tetap dicintai konsumennya. Pertama, stay relevant. Artinya, saat ini masyarakat sedang sama-sama struggle menghadapi pandemi, sehingga perusahaan tidak bisa sibuk sendiri dengan brand, melainkan harus ada dalam persoalan inti masyarakat.

Selama 2 tahun pandemi, ITP membangun kampanye 'IndonesiaKokohSelamanya' yang sejalan dengan brand tagline 'Selamanya Kokoh Terpercaya. Melalui campaign ini bertujuan membangun solidaritas untuk sama-sama bangkit dari pendemi dan saling bergandengan tangan melalui berbagai aktivitas.

Kedua, engagement. “Karena kami percaya, didunia digital netizen tidak mau disuapi konten saja, mereka harus ikut serta,” ujarnya. Oleh karena itu memiliki media sosial, yaitu Harmoni3roda yang membangun engagement dengan para konsumen, karyawan dan masyarakat pada umumnya yang lebih dalam dengan memperlihatkan aneka karya baik (good work) yang dilakukan di perusahaan baik dari segi lingkungan hidup, relasi dengan masyarakat. Selain itu ada testimoni para pensiunan yang bekerja puluhan tahun. “Kami membangun ini, agar konsumen merasa nyaman untuk membeli produk Semen Tiga Roda ini,” tuturnya.

Membangun engagement dengan para tukang bangunan juga menjadi hal yang penting. Berbagai program di luncurkan seperti program Sekolah Tukang Tiga Roda (SETARA), Program bantuan pandemic untuk tukang bangunan, program undian dan lain sebagainya.

Namun, menurutnya yang terpenting adalah produk itu sendirilah yang menjadi alat engagement utama perusahaan sehingga ia terus memastikan bahwa produknya benar-benar memiliki kualitas terbaik sehingga bisa memuaskan konsumen.

Dari segi produk, tahun 2020 ITP memperkenalkan Mastertech Formula untuk pemasaran produk semen kantong PCC Tiga Roda yang dijual d ipasar. Tujuannya, memperkenalkan strategi unggulan Indocement mulai dari penggunaan bahan baku teruji kekuatan & kualitasnya serta teknologi dan proses produksi yang sangat baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Bahkan untuk produk semen PC, kami juga telah mendapatkan Green Label, sehingga baik dari material, proses dan produk, sudah diakui ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sementara dari sisi pemasaran memiliki website tokotigaroda.com sebagai e-commerce. Masyarakat bisa langsung membeli semen dan readymix Tiga Roda. Kontribusi penjualan melalui digital saat ini signifikan, terutama produk beton siap pakai melalui yang bertumbuh lebih dari 400% dibanding tahun 2020.

Ke depan, Christian optimistis tahun 2022 akan lebih baik daripada 2020 dan 2021. Untuk itu, perusahaan terus melakukan terobosan dan efisiensi di bidang produksi, pemasaran dan distribusi sehingga produknya akan selalu menjadi pilihan dari pelanggan-pelanggan loyal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)