Dua Pertimbangan Penting dalam Memilih Asuransi

Indonesia menjadi pasar potensial dalam pasar perasuransian. Data yang dilansir dari situs Kementerian Keuangan Indonesia menunjukan, dengan jumlah penduduk 240 juta, 85 persen masyarakat Indonesia belum tersentuh oleh asuransi. Tren positif juga menujukan peningkatan jumlah kaum menengah yang mencapai 20 persen dalam kurun waktu 10 tahun. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan asuransi berlomba menyediakan jasa layanan asuransi.

Di tengah banyaknya tawaran asuransi yang ada saat ini, Country Manager dan Direktur Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, memberikan dua hal yang harus diperhatikan saat membeli layanan asuransi. “ Ya Indonesia memang pasar yang sangat potensial mengingat keuangan sebagian besar masyarakat di sini semakin membaik dari tahun ke tahun. Belum lagi sekarang sebagian masyarakat telah tergabung dengan BPJS yang membuat mereka mulai sadar akan pentingnya asuransi,” kata Wessling kepada SWA Online saat ditemui di Jakarta, (22/8/16).

Memilih asuransi, lanjut Wessling, ada dua hal penting yang harus menjadi pertimbangan calon pembeli. Pertama, nilai dari asuransi tersebut. Ia menjelaskan setiap penyedia asuransi memiliki banyak tawaran. Pembeli asuransi harus mengetahui apa yang menjadi target dan sesuai dengan dana yang mereka miliki. Dalam hal ini penting untuk memandingkan harga yang ditawarkan dari tiap-tiap asuransi karena terkait dengan kesanggupan dari pembeli asuransi.

IMG_7003

Kedua,  bagaimana pentingnya melihat keamanan dari asuransi yang dipilih. Keamanan ini terkait tak hanya reputasi dari perusahaan tetapi juga kesehatan dari perusahaan tersebut. Ia mengatakan bahwa penting untuk memilih perusahaan yang sehat tidak hanya hari ini tetapi hingga 30 tahun ke depan. “Pembeli asuransi akan menyerahkan uangnya 20-30 tahun ke depan sehingga penting untuk memilih perusahaan sehat.”, kata Wessling.

Adapun terkait tantangan utama dalam bisnis asuransi di Indonesia,  adalah bagaimana mengedukasi masyarakat mengenai manfaat dari asuransi itu sendiri. Masyarakat perlu mengetahui untuk apa membeli asuransi dan hal yang akan didapat atau tidak ketika membeli asuransi. Selain itu, dengan semakin terbukanya pemahaman masyarakat akan asuransi kemampuan perusahaan asuransi memberikan pelayanan yang terbaik. “Seseorang pembeli asuransi harus menjadi good shopper,” kata Wessling. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)