Duet Qasir dan Grab Lebarkan Sayap di Industri Mamin

CEO Qasir, Michael Williem

Qasir, perusahaan rintisan penyedia platform point of sales (POS) bermitra dengan Grab. Kerja sama ini memungkinkan usahawan startup itu di industri makanan dan minuman (mamin) bisa mencatatkan transaksinya secara terotomasi.

“Untuk mendukung usahawan secara optimal di tengah pandemi, kami menyediakan layanan paket kerja sama usaha dengan GrabFood, di mana usahawan dapat langsung menyimpan data transaksi di sistem POS Qasir,” kata CEO Qasir, Michael Williem.

Industri F&B merepresentasikan 50% dari merchant base Qasir. Kemitraan ini akan membantu mitra usaha menyasar basis pelanggan yang lebih besar. Hal ini, menurutnya, juga akan menambah peluang Qasir untuk melakukan akuisisi merchant Food & Beverage.

Saat ini, hanya 13% UMKM yang sudah bertransformasi ke pemasaran digital. Oleh karena itu, kasir berupaya untuk membantu para usahawan UMKM, salah satunya lewat integrasi platform POS miliknya dengan layanan GrabFood. “Sejak pandemi, platform digital yang tadinya hanya dinilai sebagai alat bantu alternatif untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari berubah menjadi suatu kebutuhan penting,” kata Michael menambahkan.

Untuk mendorong para usahawan yang saat ini terdampak pandemi Covid-19, platform meluncurkan Website Usaha untuk memasarkan produknya melalu laman website. Lewat layanan ini, merchant akan lebih mudah mempromosikan produknya secara online dan membuat multi-channel transaction, sehingga penjualan online menjadi lancar dan berdampak pada kenaikan penjualan merchant.

Pengguna hanya perlu memasukkan data usaha, sedangkan katalog produk sudah tersinkronikasi secara otomatis dari aplikasi Qasir. Dengan begitu pelanggan bisa langsung memesan produk melalui website Usaha yang telah terintegrasi dengan aplikasi Qasir. Pelanggan juga dapat memilih jasa pengiriman dan durasi pengiriman layaknya berbelanja di toko online pada umumnya.

Inisiasi lain yang dilakukan platform adalah kampanye #JagaUMKM untuk membantu para usahawan mikro mengenalkan produknya kepada masyarakat. Saat ini, tercatat ada lebih dari 2.500 merchant atau usahawan yang telah terdaftar di website jagaumkm, di mana 52% merupakan pengusaha F&B, 9% usaha minimarket atau toko kelontong, dan 39%  usaha lain seperti butik, toko elektronik, dan kesehatan. Sementara itu, persebaran area merchant yang paling banyak berasal dari DKI Jakarta, Banten, Bekasi, Depok, dan Surabaya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)