Dukung Industri Kemasan, Krista Exhibition Gelar 5 Pameran Virtual

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim.

Industri kemasan mengalami pasang surut menghadapi pandemi Covid-19. Namun, seiring perkembangan ke arah era industri 4.0 dan menghadapi adaptasi kebiasaan baru, produsen pengemasan diharapkan mampu menciptakan inovasi sehingga memenuhi kebutuhan dan mengikuti tren masa kini.

Untuk mendukung perkembangan industri kemasan agar tetap bertahan selama pandemi ini, Krista Exhibitios kembali menggelar pameran virtual pada 24 - 28 Agustus 2021. Pameran virtual kali ini menampilkan lima pameran yaitu Virtual Pack Indonesia Expo, Virtual Process Indonesia Expo, Virtual Pharma Indonesia Expo, Virtual ALL Print Paper Pack Expo, dan Virtual Sign, Ad & LED’s Expo.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, solusi pemasaran melalui virtual di masa pandemi ini turut membuka peluang ke mancanegara tanpa batas karena pameran virtual dapat diakses oleh pengunjung dari berbagai wilayah dan zona waktu yang berbeda. Para pelaku usaha yang memamerkan produknyab berkesempatan untuk dilihat secara global oleh seluruh dunia.

“Kita tahu bahwa dunia ini secara perlahan karena pandemi ini, yang tadinya tidak suka berinternet maupun digital, mau tidak mau kita harus dipaksa bertransaksi mencari barang secara virtual,” ujar Daud dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/08/21).

Pameran Krista Exhibitions Virtual Expo 2021 diikuti lebih dari 90 peserta, baik dari lokal maupun internasional dengan target 25.000 kunjungan. Lebih dari 15 pelaku UMKM akan ikut mempromosikan produknya. Pameran virtual ini juga akan menampilkan 30 acara menarik yang dihadiri 60 pembicara.

Adapun acara webinar yang diselenggarakan selama pameran berlangsung antara lain: Webinar dari GP Farmasi dengan tema “Kesiapan Industri Farmasi di Era Pandemi dan Post Pandemi. Penyediaan: Obat, Bahan Baku Obat, Kemasan, dan Teknologinya”, Webinar dari IPF dengan tema “Packaging Design Challenge for Future Sustainability”, Webinar dari PPGI & Instansi Pendidikan dengan tema “Peran Industri Percetakan untuk Perkembangan Pendidikan Grafika di Indonesia”, dan juga GAPMMI Members Gathering.

Selama pameran, pengunjung berkesempatan untuk video call dan live chat dengan peserta pameran. Apabila pengunjung ingin melakukan transaksi pembelian, maka pengunjung dapat membeli produk dan meminta sample dari produk list yang telah terkoneksi dengan link e-commerce maupun website.

Dari sisi peserta pameran, mereka akan mendapatkan analitik visitor yang real time dan lebih detil mencakup jumlah visitor yang mengunjungi booth per hari, data visitor (nama, perusahaan, no telpon, email), jumlah view brosur/poster/video, jumlah view produk. Para peserta pameran juga dapat bertukar kartu nama dengan visitor. Kemudahan lainnya yang didapatkan oleh peserta pameran yaitu dapat mengupload dan mengatur sendiri file poster, brosur, foto produk & preview langsung di booth virtualnya.

"Pameran produk secara virtual ini diharapkan memberikan kesempatan lebih lagi bagi para peserta pameran untuk menampilkan produk mereka secara virtual, sehingga dapat mengembangkan kembali bisnis dan tetap dapat melakukan berbagai transaksi dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi ini," tutur Daud.

Pameran Krista Exhibitions Virtual Expo 2021 terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Pameran ini didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Pameran virtual ini terselenggara kerja sama dari Krista Exhibitions bersama dengan Asosiasi- Asosiasi utama yaitu Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu Indonesia), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI).

Kemudian, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Indonesian Packaging Federation (IPF), Packaging Development Federation (PDF), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia), First Packaging Asia, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), dan Komunitas Praktisi Grafika Indonesia (Kopi Grafika Indonesia).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)