Dukungan DBS pada Gerakan Zero Food Waste

Tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah makanan tertinggi di dunia. Mengutip data Economist Intelligence Unite yang melakukan ketahanan pangan (Food Sustainability Index 2018) tiap orang Indonesia menghasilkan 300 kg sampah makanan setiap tahun. Inilah yang menjadi perhatian Bank DBS Indonesia, ikut menyuarakan gerakan #MakanTanpaSisa dalam kampanye “Towards Zero Food Waste”.

Selama dua tahun berturut-turut Bank DBS Indonesia mendukung TEDxJakarta sebagai komunitas yang memiliki misi untuk menyebarkan gagasan-gagasan positif ke penjuru dunia, melalui acaranya Countdown 2020 by TEDxJakarta pada Sabtu 10 Oktober 2020 yang bertujuan untuk membangun masa depan yang lebih baik dalam komitmen menuju dunia tanpa karbon.

Perlu diketahui Countdown 2020, merupakan inisiatif global yang menggarisbawahi pentingnya mempercepat ketersediaan solusi dalam menangani krisis iklim melalui kepemimpinan, terobosan, dan transformasi. Melalui sesi ini, TEDxJakarta memberikan ide-ide kreatif dan inspiratif dalam menangani krisis dengan fokus pada pengurangan setengah emisi gas rumah kaca pada tahun 2030. Hal tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan menanggulangi limbah sisa makanan (food loss dan food waste) yang membusuk di tempat pembuangan sampah.

Memiliki misi yang searah, Bank DBS Indonesia sebagai bank yang mengedepankan keseimbangan ESG (Environmental, Social dan Governance) ingin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap food loss dan food waste bersama TEDxJakarta untuk menciptakan dunia yang lebih baik (building back better). “Setelah sebelumnya fokus terhadap isu persampahan, pada tahun 2020 ini, Bank DBS Indonesia kembali melanjutkan misi ‘Recycle more, Waste less’ dengan mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi mengurangi sampah makanan di Indonesia melalui gerakan #MakanTanpaSisa. Memusatkan perhatian pada food loss dan food waste yang berdampak pada perubahan iklim, gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap sampah makanan sehingga dunia yang lebih berkelanjutan dan aman bagi semua orang dapat terwujud,” ujar Executive Director, Head of Group Strategic Marketing Communication PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.

Pada TEDxJakarta tahun ini, Bank DBS Indonesia hadir dalam sesi Fireside Chat Countdown by TEDxJakarta bersama para wirausaha sosial yaitu Tanijoy dan Garda Pangan. Sesi tersebut memberikan informasi mengenai upaya Bank DBS Indonesia dalam mengurangi sampah makanan, menciptakan lingkungan dan bisnis yang berkelanjutan, serta bagaimana para wirausaha sosial melakukan peranannya. Bertujuan untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih baik, Tanijoy memberdayakan petani kecil lokal melalui solusi pertanian dari awal hingga akhir dengan menyediakan ekosistem yang terintegrasi. Di sisi lain, Garda Pangan merupakan sebuah food bank yang bertujuan menjadi pusat koordinasi makanan yang berlebih dan berpotensi terbuang, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat pra-sejahtera.

“Tanijoy hadir untuk membawa kebahagiaan dalam hidup melalui pertanian bagi seluruh komponen stakeholder, mulai dari petani hingga konsumen. Upaya kami untuk mewujudkannya adalah dengan cara mengaplikasikan teknologi, memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan pendapatan petani, menciptakan agripreneur baru di pedesaan, dan berkolaborasi dengan pihak lain untuk membangun sektor pertanian yang lebih baik salah satunya Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation yang senantiasa mendukung para wirausaha sosial yang ingin membangun atau mengembangkan bisnisnya. Tidak hanya memberikan dana hibah bagi wirausaha sosial dengan bisnis yang matang, tapi Bank DBS Indonesia juga memberikan peluang bisnis dan jaringan yang besar untuk dapat mempercepat inovasi dan bisnis yang berkelanjutan dalam memberikan dampak sosial,” ungkap CEO Tanijoy, Muhamad Nanda Putra.

Founder dan CEO Garda Pangan, Eva Bachtiar juga menjelaskan lebih lanjut tentang misi sosial Garda Pangan, di mana bermula dari kekhawatiran salah satu Founder Garda Pangan, Dedhy Trunoyudho, yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha katering pernikahan dimana seringkali menghadapi masalah pembuangan makanan tiap pekannya. Dari sudut pandang bisnis, membuang makanan menjadi pilihan ideal karena cepat, murah, dan praktis untuk dilakukan. “Kami mencermati kebiasaan pembuangan makanan ini, dan akhirnya menggerakkan kami untuk melakukan redistribusi makanan berlebih yang berpotensi terbuang. Kami senang saat ini sudah banyak pihak-pihak yang mendukung kami salah satunya Bank DBS Indonesia yang berkontribusi dalam tumbuh kembang wirausaha sosial kami,” ujarnya

Dalam sesi tersebut, Bank DBS Indonesia memaparkan lebih lanjut perihal gerakan #MakanTanpaSisa yang membantu mengurangi sampah makanan melalui tiga cara yang mudah dan sederhana. Pertama adalah “Watch to Donate”; menyaksikan video edukatif tentang gerakan #MakanTanpaSisa dan membagikan video tersebut untuk mengumpulkan 10 juta views yang akan ditukarkan menjadi delapan ton porsi makanan bagi mereka yang membutuhkan.

Kedua, mengabadikan dan mengunggah foto piring saat sebelum dan sesudah makan atau usaha lainnya untuk mengurangi sampah makanan ke media sosial Instagram sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Ketiga, memberikan kontribusi melalui program “Buy 1 Meal to Give 1 Meal” yaitu membeli single meal di aplikasi Yummybox menggunakan kartu kredit digibank untuk memberikan donasi satu kotak makan bernutrisi.

Bank DBS Indonesia juga bekerja sama dengan Garda Pangan yang memungkinkan nasabah kartu kredit digibank untuk berdonasi makanan dengan menukarkan reward poin mereka di mana terdapat 300 kemasan makanan yang sudah berhasil didistribusikan melalui program ini. Selain itu melalui program DBS Stronger Together Fund, Bank DBS Indonesia telah mendistribusikan sekitar 70.000 paket sembako dan makanan siap saji yang disalurkan melalui Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Foodbank of Indonesia (FOI).

Bank asal Singapura ini juga secara aktif bekerja sama dengan komunitas dan wirausaha sosial melalui DBS Foundation dalam melaksanakan pilar ketiga yaitu creating social impacts. Melalui DBS Foundation, Bank DBS Indonesia fokus dalam mendukung dan memajukan usaha sosial di Indonesia melalui berbagai program mulai dari edukasi, pendampingan, pelatihan bisnis, pendayagunaan hingga pemberian dana hibah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)