Dukungan Marketplace untuk UMKM Disabilitas di Kota Semarang

Marketing Manager Central Java & DIY Jd.Id Adi Setiya Nugroho mengatakan di tengah situasi pandemi, melihat salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM adalah proses alih masyarakat menuju era digital atau digitalisasi. Menurutnya saat ini, kegiatan jual beli tidak terbatas pada aktivitas tatap muka antara pedagang dan pembeli, semua bisa dilakukan secara digital-daring.

Namun, faktanya keterampilan digital ini tidak dimiliki oleh sebagian besar UMKM dan UMKM Disabilitas. Meski kondisi pasar sudah semakin matang akan digitalisasi, transaksi secara digital-daring ini tidak dapat bertumbuh secara optimal, karena terkendala masalah sumber daya manusia dengan literasi digital yang masih rendah.

Oleh karena itu, Jd.Id, mendukung para pelaku UMKM termasuk UMKM penyandang disabilitas. Pihaknya bersinergi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya adalah dengan memotivasi, mempersiapkan (melatih), dan membantu para pelaku UMKM sebagai salah satu aktor penggerak ekonomi, terkhusus UMKM milik komunitas penyandang disabilitas, yang selama ini belum mendapatkan porsi atensi dan kesempatan yang cukup dalam usaha pertumbuhan ekonomi bangsa.

Jd.Id juga memperkenalkan platforme-commerce dengan penyediaan barang – barang berkualitas (Dijaminori) serta memberikan fasilitas gratis ongkir serta pengiriman cepat untuk membantu masyarakat Semarang dengan lebih ekonomis. “Dengan memiliki keterampilan dalam pemanfaatan perangkat komputer atau telepon genggam yang dilengkapi dengan fasilitas internet, seorang pedagang sudah bisa memasarkan produknya,” papar Adi.

Selain itu, platform e-commerce ini memperkenalkan produk UMKM dan UMKM Disabilitas secara offline, Jd.id berkolaborasi dengan Gerakan Masyarakat Terintegrasi Koperasi & Usaha Mikro (Gerai Kopimi), menggelar pameran UMKM bertemakan “Pasar UMKM Thematic JD.ID Bersama Gerai Kopini”, di obyek wisata Sam Poo Koong Semarang. “Kami memberikan dukungan akses bagi para penyandang disabilitas dalam pemanfaatan teknologi digital,” tuturnya.

Tujuan pameran ini, ungkap Adi, selain mengangkat potensi UMKM dan UMKM Disabilitas yang ada di Kota Semarang juga untuk membangun branding lebih dekat lagi kepada masyarakat . Diharapkan masyarakat di sana makin paham dengan brand marketplace itu menyediakan banyak kanal untuk para pelaku bisnis belajar memulai usaha atau sekadar ingin dapat penghasilan tambahan, tanpa perlu kumpul modal, dengan memanfaatkan Jd Fans.

Pada pameran tersebut, Adi juga menambahkan pihaknya melibatkan 24 Komunitas disabilitas di Kota Semarang. Keterlibatan UMKM Disabilitas dalam pameran tersebut sekaligus bentuk pembuktian bahwa kaum disabilitas juga mampu berkiprah di bidang ekonomi melalui produk-produk UMKM yang berkualitas. “Di pameran ini, produk-produk mereka dikenalkan ke publik, yang nantinya juga bisa diperoleh di platform Jd.Id.,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)