E-commerce Luxatme Bidik Konsumen Luar Jabodetabek

Ade Hanurati, Pendiri Butik Luxatme (ke-2 dari kiri)

Luxatme, butik fashion tas pemegang lisensi merek dagang Nannini di Indonesia, meluaskan jalur pemasaran melalui toko online atau e-commerce.

E-commerce ini merupakan sebuah langkah strategi ekspansi digital guna menjangkau pasar online fashion mewah yang semakin berkembang pesat di Indonesia.

Sejak didirikan tahun 2007, Luxatme telah menawarkan berbagai macam produk fashion mewah, 100% otentik, bermerek Eropa serta Amerika kepada pelanggan melalui event bazaar, media sosial, serta butik yang terletak di Kemang Selatan, Jakarta.

“Ekspansi digital ini juga kami tempuh sebagai upaya mengakomodir permintaan pelanggan dari luar Jabodetabek yang memiliki minat besar terhadap produk fashion mewah yang kami tawarkan,” ucap Ade Hanurati, Pendiri Butik Luxatme.

Hanya dalam dua tahun, Luxatme berhasil menggaet pelanggan setia yang jumlahnya terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap barang-barang fashion mewah. Saat ini, pelanggannya tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari Pekanbaru, Pontianak, Makassar, dan lain-lain.

Luxatme memiliki beberapa personal shoppers yang berdomisili di Eropa dan Amerika. “Saya sendiri juga tinggal di Eropa, sehingga kami memiliki kedekatan dan kerja sama khusus dengan brand-brand Eropa. Di Luxatme, pelanggan dapat memperoleh berbagai produk terkini atau bahkan limited edition yang mereka impikan tanpa perlu repot-repot berbelanja ke Eropa. Hal ini menjadikan kami unik dibandingkan yang lain”, tambah Ade mengklaim.

Selain jaminan keaslian, dengan adanya kerjas ama khusus ini, Luxatme mampu menawarkan harga yang cukup kompetitif. “Sebagai penggemar fashion, aku tertarik sekali berbelanja di Luxtme, karena di sini banyak terdapat koleksi tas high end yang cukup up to date,” ucap Sally Adelia Soraya, sosialita dan pelanggan Luxatme.

Berbelanja tas mewah seringkali dipandang sebagai bentuk gaya hidup konsumtif oleh kebanyakan orang. Banyak dari mereka yang tidak mengerti bahwa tas mewah dapat dijadikan barang investasi sama seperti logam mulia dan sebagainya.

“Saya sendiri tidak merasa konsumtif dan impulsif apabila membeli tas mewah, karena nantinya masih dapat dijual dengan nilai tukar yang cukup bagus”, ujar Cintacha Roselina, beauty blogger dan lifestyle influencer yang juga pelangga Luxatme.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)