Eating Reorder Galakkan Gaya Hidup Sehat | SWA.co.id

Eating Reorder Galakkan Gaya Hidup Sehat

Untuk menggalakkan gaya hidup sehat, Komunitas Eating Reorder mengadakan  konferensi tahunan di Jakarta (30/09/2023). Lebih dari 200 peserta dan 6 ribu member mengikuti konferensi tahunan komunitas yang sudah berusia 2,5 tahun itu.

Konferensi tahunan itu dibuka oleh Pendiri Eating Reorder Roy Irawan, mantan binaragawan Ade Rai, dan Pendiri Academi Hipnoterapi Indonesia Ariesandi Setyono. “Tujuan konferensi tahunan itu untuk mendukung para member menjadi pribadi yang maksimal dalam hidup serta menjalankan hidup dengan potensi maksimal,” kata Roy.

Menurut Roy, Eating Reorder tidak menetapkan tarif tertentu agar orang bisa menjalankan program hidup sehat.  Pihaknya berkomitmen menjadi program yang dapat diterima semua kalangan karena sehat itu hak semua orang. Ada 35 coaches mengikuti acara ini ditambah 8 coaches baru yang dilantik baik secara online maupun offline.

"Puluhan coaches yang ada ini sudah tersertifikasi dari Eating Reorder dan Academi Hipnoterapi Indonesia. Coaches tersebut bukan hanya ada di Indonesia, tapi juga di luar negeri, yaitu Australia dan Belanda yang segera diharapakan menjadi awal pembentukan Eating Reorder Internasional berbahasa Inggris," ungkap Roy.

The 1st Annual Eating Reorder conference ini bertujuan antara lain mendukung para member menjadi pribadi yang maksimal dalam hidup serta menjalankan hidup dengan potensi maksimal, namun tetap mengedepankan nilai netralitas agar terus berlajar untuk mencapai yang terbaik dalam hidup.

"Eating Reorder juga ingin berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat Indonesia melalui pengaturan pola pikir dalam pola makan supaya bisa mempertahankan kesehatan secara permanen. Kita sering ditanya apa itu Eating Reorder, programnya  bagaimana, apa ini program diet, pakai suplemen apa. Sederhanya di Eating Reorder, kita sama-sama belajar mengatur pola pikir dalam pola makan. Kita tidak jualan produk, tapi kita tanamkan hidup sehat itu mudah dan menyenangkan," jelas Roy.

Roy pun mengupas masalah mindset atau mitos negatif tentang makan dan kesehatan. Sebut saja makan malam membuat gemuk, sulit menurunkan berat badan ketika sudah berumur, atau mitos turun temurun, seperti jika makan tidak habis maka nasinya nangis, keturunan tulang besar dan sebagainya.

Dalam kesempatan yang sama, Ade Rai mengatakan hidup sehat dengan membiasakan diri dalam keseharian. Salah satunya, mengatur pola gerak, seperti gerak badan, makan, serta pikiran, dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Ariesandi menuturkan, banyak hal di pikiran bawah sadar yang bisa membatasi seseorang mencapai potensi maksimal. “Jangan heran jika dengan mempelajari pola pikir dalam pola makan, banyak aspek dalam hidup juga akan mengalami peningkatan,” ucapnya.

"Otak yang dipakai pada saat menurunkan berat badan adalah otak yang sama dipakasi untuk semua aspek dalam hidup, maka jangan heran jika dengan mempelajari pola pikir dalam pola makan, maka banyak aspek dalam hidup juga akan mengalami peningkatan," tutur  Ariesandi mengingatkan.

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)