Ancaman Resesi, Agus Martowardojo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 4%

Agus Martowardojo, Ketua Dewan Pembina Gerakan Pakai Masker

Hantaman pandemi Corona telah memukul perekonomian global, termasuk di Indonesia. Bahkan beberapa negara telah menyatakan resesi yang juga berpotensi dialami oleh Indonesia. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2013-2018 Agus Martowardojo menilai kondisi ini sangat memprihatinkan.

Agus memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 berada di level negatif atau minus 4% sampai 6%. Menurutnya, kunci pemulihan Indonesia agar terhindar dari resesi adalah dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan memanfaatkan momentum kenormalan baru. “Sementara gelombang pertama belum selesai, risiko berikutnya jika gelombang kedua pandemi terjadi,” ujarnya mengingatkan dalam webinar 'Ekonomi Indonesia di Ambang Resesi, Apa Solusinya?', (3/8/2020).

Ia juga memproyeksikan kinerja perekonomian pada kuartal III bisa tumbuh positif, meskipun hasilnya masih negatif. “Kita berharap bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 0 persen,” tambahnya.

Agus menjelaskan, pada tahun 2018 dan 2019 defisit APBN tidak pernah di level 2,6%. Namun di tahun 2020 untuk mendukung pemulihan nasional, pemerintah telah membuka defisit APBN tadinya di 1,76% di tahun 2020 sekarang melonjak 6.34%.

Menurutny, sejumlah langkah yang bisa dilakukan antara lain dengan mewujudkan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN). realisasi anggaran negara untuk PEN harus segera cair dengan tetap transparan dan jelas. Kemudian pelaku bisnis juga perlu dirangkul untuk menjalankan berbagai inisiatif agar pemulihan ekonomi semakin menguat. “Para pebisnis tahu apa yang harus dilakukan ketika situasi mengalami perubahan. Jadi mereka harus dirangkul untuk menjaga aspek sosial ekonomi Indonesia,” kata Menteri Keuangan periode 2010-2013 tersebut.

Pada saat yang sama, Sigit Pramono, Ketua Gerakan Pakai Masker (GPM) mengatakan investor belum akan memilih Indonesia sebagai tujuan investasi melainkan memilih negara lain yang lebih aman sebab penanganan Covid-19 dinilai belum memadai. Indonesia hanya unggul dari tiga negara yakni Laos, Kamboja dan Bahama dalam hal penanganan pandemi corona. “Kita perlu memperbaiki citra kita melalui Gerakan Pakai Masker agar Indonesia bisa menjadi tujuan untuk berinvestasi dan dikunjungi oleh para wisatawan asing,” ujar Sigit.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)